Ayah

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Ibu dan Difka

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Keluarga Sakinah,Mawadah,Warohmah

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Difka Audia Hasna

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Curug Simaja

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 29 Agustus 2012

Tundukkan Sungai Nil Dengan Surat

Khalifah Umar bin Khattab memiliki banyak sekali karomah. Salah satunya adalah menaklukkan sungai Nil yang pada saat itu dikatakan selalu minta tumbal manusia.

Sahabat Umar bin Khattab dilahirkan di Mekkah. Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya adalah Hantamah binti Hasyim. Umar memiliki julukan yaitu Al Faruq yang berarti orang yang bisa memisahkan antara yang haq dan yang batil.

Keluarga Umar tergolong keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis yang pada masa itu merupakan sesuatu yang jarang. Umar juga dikenal karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah.

Ketika ajakan Islam dideklarasikan oleh Nabi Muhammad SAW, Umar semula menolak. Namun pada akhirnya hidayah islam menghampiri hatinya. Ia pun kemudian masuk islam secara utuh.

Gantikan Tumbal
Setelah menjadi bagian dari umat islam, Umar begitu total menjalankan syariat Islam. Tidak hanya dalam segi ibadah, ia pun rela berperang demi tegaknya agama Allah. Di balik semua ketotalan keimanannya, ia memiliki banyak karomah. Salah satunya adalah mampu menaklukkan sungai Nil dengan sebuah surat.

Imam al-Haramain mengemukakan kisah tentang sungai Nil. Pada masa jahiliyah, sungai Nil tidak mengalir sehingga setiap tahun dilemparlah tumbal berupa seorang perawan ke dalam sungai tersebut.
Ketika Islam datang, sungai Nil yang seharusnya sudah mengalir, ternyata tidak mengalir. Penduduk Mesir kemudian mendatangi Amar bin Ash dan melaporkan bahwa sungai Nil kering sehingga diberi tumbal dengan melempar seorang perawan.

Kemudian Amar bin Ash r.a berkata kepada mereka,
"Sesungguhnya hal ini tidak boleh dilakukan karena Islam telah menghapus tradisi tersebut."

Maka penduduk Mesir bertahan selama tiga bulan dengan tidak mengalirnya sungai Nil, sehingga mereka benar-benar menderita.
Amar menulis surat kepada Khalifah Umar bin Khattab untuk menceritakan peristiwa tersebut. Dalam surat jawaban itu Umar menyatakan,
"Engkau benar bahwa Islam telah menghapus tradisi tersebut. Aku mengirim secarik kertas untukmu, lemparkanlah kertas itu ke sungai Nil."

Sungai Nil Tunduk
Kemudian Amar membuka kertas tersebut sebelum melemparkannya ke sungai Nil. Ternyata kertas tersebut berisi tulisan Khalifah Umar bin Khattab untuk sungai Nil di Mesir. Isi surat tersebut adalah,
"Jika kamu mengalir karena dirimu sendiri, maka jangan mengalir. Namun jika Allah Yang Maha ESa dan Maha Perkasa yang mengalirkanmu, maka kami mohon kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa untuk membuatmu mengalir."

Kemudian Amar melempar kertas tersebut ke sungai Nil sebelum kekeringan benar-benar terjadi. Sementara itu penduduk Mesir telah bersiap-siap untuk pindah meninggalkan Mesir. Pagi harinya, ternyata Allah SWT telah mengalirkan sungai Nil enam belas hasta dalam satu malam.
 
Karomah Umar bin Khattab yang lain adalah munculnya dua harimau dari dalam bumi kala Umar hendak dibunuh.
Sahabat Fakhrurrazi menceritakan bahwa tatkala Umar tidur, ada musuh yang ingin membunuhnya. Tapi tatkala musuh itu mengangkat pedangnya, tiba-tiba Allah mengeluarkan dua harimau dari dalam bumi yang siap memangsanya.
Musuh itu menjadi takut sehingga terlepaslah pedang dari tangannya. Akhirnya musuh itu sadar dan masuk Agama Islam.

Selasa, 28 Agustus 2012

Sains Dalam Tafsir Al Qur’an


Janin

Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Quran) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam, yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan, dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya“. (Q.S. Al-Furqan/25 : 1-2)

Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia, memiliki banyak barakah, kebaikan yang amat melimpah. Sehingga keberkahan tersebut memberikan ruang bagi para ilmuwan dan para peneliti baik Muslim maupun non Muslim khususnya bagi mereka yang memiliki spesialisasi dalam bidang sains dan teknologi untuk bisa mengungkap semua hasil riset dan eksperimen mereka.
Sebelum para ilmuwan dan para peneliti di seluruh dunia mengungkap dan menemukan suatu teori dan disiplin ilmu, Al-Quran dan tentunya Sunnah Rasulullah SAW sejak 14 abad lalu terlebih dahulu telah memberikan isyarat dan mengungkap berbagai penemuan tersebut.
Hal ini seharusnya dapat membuat para ilmuwan dan para peneliti, jika dia seorang Muslim maka akan bertambah keyakinan akan kebenaran Al-Quran. Jika di non Muslim, peluang masuk surga masih terbuka dengan menjadi seorang Muslim.
Allah SWT memberikan telah jawaban kepada orang-orang yang mengingkari akan kebenaran Al-Quran ini dengan firman-Nya :

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa dia (Al Quran) itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”. (Q.S. fushshilat/ : 53)

Ibnu katsir berkata : “Allah SWT akan perlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya akan kebenaran Al-Quran yang diturunkan dari sisi-Nya kepada Rasulullah SAW dengan berbagai bukti di belahan bumi ini dan juga apa yang terdapat pada diri mereka”.

Al-Quran Berbicara Masalah Sains
Bila kita sering membaca Al-Quran dan mampu memahami ayat-ayat yang kita baca plus dengan tafsirnya, tentunya akan kita dapati bahwa Al-Quran banyak membahas berbagai hal dalam kehidupan kita ini.
Al-Quran sebagai kitab hidayah (petunjuk) dalam kehidupan ini juga membahas masalah sains secara detil, diantaranya tentang proses penciptaan manusia tahap demi tahap. Sebelum para Ilmuwan menemukan teori proses pertumbuhan janin di rahim seorang ibu, Al-Quran sejak 14 abad lalu  telah mengungkap secara jelas.
Al-Quran menjelaskan bagaimana pertumbuhan Janin tersebut mulai dari nuthfah (air mani), ‘Alaqah (segumpal darah), Mudhghah (segumpal daging), ‘izham (tulang), Lahm (daging) hingga lahir seorang bayi ke dunia.
Perhatikan firman Allah SWT :

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan, maka  sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian  kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan  di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya”.
(Q.S. Al-Hajj/ 22 : 5)
Ayat ini menjelaskan tentang bukti akan keraguan orang-orang kafir  terhadap hari kiamat atau hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur mereka.
“Jika kalian ragu dengan dikembalikannya kalian (dari alam kubur), maka perhatikan awal mula peciptaan kalian, yaitu peciptaan ayah kalian Adam, agar hilang dan batal semua keraguan pada diri kalian”.
 
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati  dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani  dalam tempat yang kokoh. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk  yang  lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”. (Q.S. Al-Mukminun/ : 12-14)

“Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian  supaya kamu sampai kepada masa , kemudian  sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu.  supaya  kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami”. (Q.S. Ghafir/ : 67)

Demikian semoga materi yang singkat ini dapat memberikan tambahan ilmu dan keyakinan kita akan kebenaran Al-Quranul Karim. Kajian yang lebih komprehensif tentang hal ini dan kontribusi Umat Islam khususnya para ilmuwan dan pakar dari berbagai bidang keilmuan amat diperlukan untuk mendakwahkan kebenaran Al-Qur'an di zaman yang serba modern ini.
Sebagai penutup mari renungi firman Allah SWT yang cukup akrab di telinga kita :
 
“Bacalah dengan  nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar  dengan perantaran qalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (Q.S. Al-‘Alaq/ 96 : 1-5)

Senin, 27 Agustus 2012

DAHSYATNYA MERUTINKAN 7 SUNAH HARIAN RASULULLAH SAW...

Assalamualaikum WW.

Bismillahirahmannirahim,
Subhannallah , Walhamdulillah Wala ilaha illallah Allahu Akbar


Sahabat ,

Hidup ini adalah sesaat ...
Semakin hari kita mendekat kepada perjumpaan dengan Allah Subhana wa Ta'ala.

Keadaan inilah yang membangun ’semangat berjibaku’ agar kita semua mengelola hidup yang sesaat ini untuk kebahagiaan selama-lamanya di akhirat, kelak. Sehingga hari-hari akan dilalui dengan kesibukan untuk memperbaiki diri dalam kebaikan.

Salah satu usahanya adalah melahirkan perbaikan dan kebaikan dengan mengamalkan sunnah harian Rasulullah SAW.


1. SHALAT TAHAJUD

Shalat Tahajud adalah shalat yang teramat penting setelah shalat shalat 5 waktu, Karena dengan shalat Tahajud Allah SWT akan mengangkat derajat kehidupan manusia.

Al-Isra : 79 ”Dan dari sebagian malam hendaklah engkau bangun (tahajud), sebagai amalan tambahan . Semoga Tuhanmu mengangkat (derajatmu) ke tempat terpuji”.


Abu HurairaH ra meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda :

”Tuhan kita turun setiap malam ke langit dunia pada 1/3 malam terakhir, dan berfirman – Siapa yang BERDOA kepada-Ku PASTI AKU KABULKAN, siapa yang MEMOHON kepada-Ku PASTI AKU BERI, dan siapa yang MEMOHON AMPUN kepada-Ku, PASTI AKU AMPUNI” (HR. Al-Jama’ah).

Amr bin Al-Ash meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda :
”Sedekat-dekat hamba kepada Allah SWT adalah PADA TENGAH MALAM TERAKHIR. Apabila engkau bisa termasuk golongan orang BERDZIKIR mengingat Allah SWT pada saat itu, maka lakukanlah ” (HR. Al-Hakim).

Salman Al-Farisi meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda :
”Kerjakanlah shalat malam, sebab itu adalah kebiasaan orang sebelum kamu, jalan mendekatkan diri kepada Tuhan, penebus kejelekan , pencegah dosa , serta penghalau sakit ."

Subhanallah , Demikian besarnya keutamaan Shalat Tahajud.


2. MEMBACA DAN MEMPELAJARI AL-QUR’AN


Kinilah saatnya kita ”kembali untuk mendalami” kitab yang bersumber dari Allah Ta'ala . MELIBATKAN PERASAAN dalam upaya menyelami makna terdalam dan hikmah tertinggi yang dimiliki.

”Dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah SWT yang maha Pemurah kepada mereka, mereka MENYUNGKUR, BERSUJUD dan MENANGIS” (QS. Maryam : 58)

HR.Tirmidzi :
”Al-Quran adalah kitab Allah SWT yang berisi sejarah umat sebelum kamu, berita umat sesudahmu, kitab yang memutuskan/menyelesaikan urusan di antara kamu, yang nilainya bersifat pasti & absolut . Siapa saja yang durhaka ”meninggalkannya” pasti Allah SWT akan ”memusuhinya”. Siapa yang mencari petujuk selain al qur'an pasti akan tersesat . Al-Qur’an adalah tali Allah yang sangat kuat, peringatan yang bijaksana dan jalan yang sangat lurus ”.


”Kalau sekiranya kami turunkan Al-Qur’an kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-pecah disebabkan takut kepada Allah. Perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir ” (QS. Al-Hasyr : 21)



3. SHALAT BERJAMAAH DI MASJID,

”Sungguh, shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat subuh . Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, mereka pasti mendatangani keduanya, sekalipun dengan MERANGKAK ” (HR. Bukhari-Muslim).


Shalat Shubuh merupakan satu di antara shalat wajib 5-waktu yang mempunyai KEKHUSUS-AN dan memiliki KEUTAMAAN yang luar biasa.

    1.Merupakan SHALAT PALING UTAMA yang diwajibkan pada kaum Muslimin. (merupakan shalat yang sejak awal disyariatkan tetap 2-rakaat).

    2.ADZAN shubuh berbeda dengan adzan shalat wajib lainnya, dengan menambahkan ’Ash-shaltu khairum minan naum’ – ”shalat itu lebih baik dari tidur, sebanyak 2 kali”.

    3. Rasulullah SAW memberikan DOA KHUSUS setelah shalat shubuh, yang berbeda dengan shalat lain. Doa ini sebagai tambahan ’wirid’ penutup shalat.

Diriwayatkan oleh Abu Dzar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
”Siapa mengatakan setelah shalat shubuh, SEBELUM MENINGGALKAN TEMPAT DUDUKNYA dan BERBICARA SEDIKITPUN – La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yuhyi wa yumitu wahuwa ala kulli sya in qadir - sebanyak 10X, maka akan ditulis baginya 10 kebaikan, dihapus 10 kesalahan dan diangkat derajatnya 10 kali lebih tinggi. Satu hari penuh ia terlindungi dari suatu yg tidak disukai, terlindungi dari syetan, tidak ada dosa yang pantas dianggap sebagai dosa, kecuali syirik ” (HR.Tirmidzi).


Rasulullah SAW pernah menasehati Muslim bin harits : ” Jika kamu shalat shubuh, maka bacalah sebelum kamu berbicara – Allahumma ajirni minannar (Ya ALLAH lindungilah aku dari api neraka) – sebanyak 7X, maka jika kamu mati hari itu, ALLAH akan menjauhkanmu dari api neraka ” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).


    4. Rasulullah SAW menasehati agar memendekkan bacaan shalat, kecuali shalat subuh . Abu Barzah Al-Islami meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pada shalat shubuh membaca 60 sampai 100 ayat …..sampai sebentar lagi matahari terbit (HR. Muslim).


    5. Rasulullah SAW mempunyai BACAAN KHUSUS SHALAT SHUBUH di HARI JUMAT. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW membaca pada rakaat pertama SURAH AS-SAJADAH dan rakaat kedua SURAH AL-INSAN. Keistimewaan ini tidak terjadi pada shalat wajib lainnya


ALLAH SWT berfirman : ”Dan dirikanlah SHALAT SHUBUH. Sungguh, shalat shubuh itu DISAKSIKAN OLEH PARA MALAIKAT” (QS. Al-Isra : 78).


Ada lagi hal utama dalam shalat shubuh, adalah – DUA RAKAAT SHALAT FAJAR (shalat sunah sebelum atau qabliyah shubuh) yang LEBIH BAIK DARI DUNIA & SEISINYA (HR. Muslim).

Rasulullah SAW mengistimewakan shalat ini dengan menggambarkan bahwa : ”Seandainya dunia dan seisinya ini adalah sebuah kebaikan, maka JAUH LEBIH BAIK 2 RAKAAT SHALAT FAJAR YANG KITA KERJAKAN”

Selain itu pula, SHALAT SHUBUH BERJAMAAH DI MASJID bisa menjadi PENERANG PADA HARI KIAMAT KELAK, seperti yg disabdakan Rasulullah SAW : ”Berilah kabar gembira bagi orang-orang YANG BERJALAN DI KEGELAPAN MENUJU MASJID (untuk mengerjakan shalat shubuh) DENGAN CAHAYA YANG TERANG-BENDERANG (pertolongan) PADA HARI KIAMAT ” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibn Majah).



4. MELAKUKAN SHALAT DHUHA

”Wahai anak Adam, cukupilah aku dengan melakukan EMPAT RAKAAT SHALAT DHUHA pada pagi hari, maka aku akan MENCUKUPI KEBUTUHANMU pada akhir hayatmu” (HR Ahmad & Abu Ya’la).

Beliau berwasiat kepadaku tentang 3 hal, yang sejak itu aku TIDAK PERNAH MENINGGALKANNYA :

Pertama - Hendaknya aku tidak tidur sebelum mengerjakan SHALAT WITIR

Kedua - Hendaknya aku tidak meninggalkan dua rakaat SHALAT DHUHA (karena shalat DHUHA adalah shalatnya ’awwabin’-orang yg bertobat kepada ALLAH SWT serta meninggalkan maksiat)
Ketiga - Hendaknya aku BERPUASA 3 HARI setiap bulan - (HR. Tirmidzi dan Nasa’i)

Salah satu makna fungsional shalat DHUHA adalah agar pelakunya MENDAPATKAN REZEKI dan DIJAUHKAN DARI KEMISKINAN : ”Shalat DHUHA itu mendatangkan rezeki dan menolak kemiskinan, dan tidak ada yang memelihara shalat kecuali orang-orang bertobat” (HR. Tirmidzi)

”Siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 2 rakaat – dia TIDAK AKAN dicatat dalam kelompok orang-orang yang LUPA. Siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 4 rakaat – dia dicatat dalam kelompok orang-orang yang AHLI IBADAH. Siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 6 rakaat – pada hari itu segala kebutuhannya DICUKUPI oleh ALLAH SWT. Siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 8 rakaat – maka ALLAH SWT mencatatnya termasuk golongan yang TUNDUK dan menghabiskan waktunya untuk BERIBADAH. Dan, siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 12 rakaat – maka ALLAH SWT membangunkan baginya sebuah ISTANA INDAH DALAM SURGA.Tidak ada dalam sehari-semalam kecuali ALLAH SWT pasti MEMBERIKAN ANUGERAH serta SEDEKAH kepada hambaNYA” (HR. Thabrani dan Abu Daud).


5. BERSEDEKAH

Maha suci ALLAH SWT, DZAT yang telah membersihkan hati orang-orang beriman dari sifat angkuh dan serakah. ALLAH SWT lah yang menyelipkan ke sanubari orang beriman perasaan iba, simpati sekaligus empati kepada orang-orang yang lemah dan membutuhakan bantuan, melalui bersedekah.

Bersedekah tidak harus besar, yang penting dengan KEIKHLASAN.
Kita bersedekah TIDAK MENGHARAPKAN BALASAN dari orang yang kita bantu. Kita harus yakin ALLAH SWT lah yang akan membalas.

”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yg luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang MENAFKAHKAN (HARTANYA) DI WAKTU LAPANG & DI WAKTU SEMPIT, dan orang-orang yg menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat baik ” (QS. Ali Imran : 133-134)

” Perbandingan (balasan atau pahala) bagi orang-orang yg MEMBELANJAKAN HARTANYA DI JALAN ALLAH seperti satu biji yg menumbuhkan tujuh cabang, di setiap cabang menjuntai seratus buah, dan ALLAH akan menggandakan (pahala) kepada siapa yang Dia kehendaki, dan ALLAH itu luas (pemberian-Nya) lagi sangat mengetahui ” (QS. Al-Baqarah : 261)

”Siapa yang MEMBANTU MENYELESAIKAN KESUSAHAN SESEORANG di dunia (lebih-lebih lagi saudara sesama Muslim), ALLAH PASTI MEMBANTU MENYELESAIKAN KESUSAHANNYA DI DUNIA dan AKHIRAT ” (HR. Bukhari).

• Berkah sedekah bisa sirna jika orang yang bersedekah MENGUNGKIT-UNGKIT dan SELALU MENYEBUT-NYEBUT sedekah itu di depan umum.
• Sedekah dapat MEMADAMKAN MURKA ALLAH SWT
• Sedekah dapat MEMELIHARA MANUSIA DARI KEJAHATAN


Siapakah yang DIUTAMAKAN UNTUK DIBERI SEDEKAH ?
1- ANAK YATIM, karena sebelum dewasa anak yatim belum dapat mandiri. Mereka adalah TITIPAN ALLAH SWT kepada hamba lainnya yang mampu.
2- FAKIR MISKIN, yang perlu dibantu agar dapat diberdayakan agar mandiri.
3- JANDA dan LANSIA, karena kehilangan tulang punggung pencari nafkahnya, serta kehilangan masa produktifnya.
4- YANG TERLILIT HUTANG
5- YANG TERKENA MUSIBAH


6. SELALU DALAM KEADAAN BERWUDHU

Banyak hadits yang sangat menganjurkan untuk TETAP BERWUDHU WALAUPUN TIDAK HENDAK MENDIRIKAN SHALAT.
Berdasarkan sunnah tsb, mulai generasi sahabat hingga orang-orang shaleh, senantiasa mereka MENJAGA WUDHU DALAM SEGALA AKTIFITAS, baik dalam perjalanan, membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, dalam bekerja, ketika hendak tidur, termasuk sebelum & sesudah berhubungan suami-istri.

BERWUDHU BUKAN HANYA DISAAT MENGHADAP ALLAH SWT dalam shalat, tapi juga ketika akan tidur – BERADA DALAM KESUCIAN.

ALLAH SWT berfirman : ”Sungguh, ALLAH menyukai orang-orang yg bertobat dan mereka yang MENYUCIKAN DIRI” (QS. Al-Baqarah : 222).

Abu Hurairah meriwayatkan RASULULLAH SAW, bersabda :
”Pada hari kiamat, karena bekas wudhunya (yang bercahaya). Siapa ingin memanjangkan cahanya nya silakan lakukan” (HR. Bukhari).

”Siapa yang BERWUDHU (untuk mendapatkan) KESUCIAN, maka ALLAH akan MENETAPKAN BAGINYA DENGAN SEPULUH KEBAIKAN” (HR. Abu Daud)
”Seseorang senantiasa DIANGGAP SEPERTI DALAM KEADAAN SHALAT, asal dia tidak berhadas (= buang angin)” (HR. Bukhari)


7. SELALU BERDZIKIR

Dzikrullah memiliki daya hidup. Menghidupkan dan menyemangati jiwa yang rapuh, melapangkan jiwa yang sempit serta membangkitkan keyakinan bagi yang mengalami kelelahan dalam menjalani kehidupan.

DZIKIR yang UTAMA :
* La ilaha illallah wahdahu la syarika lah. Lahul mulku wa lahu hamdu wa huwa ’ala kulli syay’in qadir
* Subhanallah wal hamdu lillah wa ilaha illallah wallahu akbar
* Subhanallah wa bihamdihi
* Subhanallahi wa bihamdihi, subhanallahil azhim
* (surah Al-Fatihah)
* Asmaul Husna
* Surah Al Ikhlas, dll

Rasulullah SAW bersabda : ”Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir, seperti ORANG YG HIDUP dan ORANG YG MATI” (HR. Bukhari)

”Dan laki-laki yang BANYAK MENYEBUT (MENGINGAT) ALLAH disertai dengan perempuan yang banyak menyebut Allah, maka Allah telah menyediakan untuk mereka AMPUNAN & PAHALA YG BESAR ” (QS. Al-Ahzab : 35)

”Maka apabila kami telah menyelesaikan shalat, INGATLAH DI WAKTU BERDIRI, DUDUK maupun BERBARING ….” (QS. An-Nisa : 103)

”Karena itu, INGATLAH KALIAN PADA-KU, niscaya Aku pun akan ingat pada kalian…” (QS. Al-Baqarah : 152)

”INGATLAH TUHANMU SEBANYAK-BANYAKNYA dan BERTASBIHLAH dengan memuji Tuhanmu di waktu petang dan pagi ” (QS. Ali-Imran : 41)


Pribadi yang BERDZIKIR ..
Setiap KALAMNYA adalah DAKWAH
Setiap DIAMNYA adalah DZIKIR
Setiap NAPASNYA adalah TASBIH
Setiap PANDANGAN MATANYA adalah RAHMAT
Setiap SUARA TELINGANYA selalu TERJAGA
Setiap PIKIRANNYA adalah BAIK SANGKA
Setiap GERAK HATINYA adalah DOA
Setiap SENTUHAN TANGANNYA adalah SEDEKAH
Setiap LANGKAH KAKINYA adalah JIHAD
Kekuatannya adalah SILATURAHMI
Kesibukannya adalah ASYIK MEMPERBAIKI DIRI
Kerinduannya adalah TEGAKNYA SYARIAT ALLAH SWT

 

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah. 
Amiin.......


Minggu, 26 Agustus 2012

HARAPAN DAN DOA ISTRI UNTUK SUAMI


Kekasih jiwaku...
Engkau pilihan-Nya untukku dalam mengarungi kehidupan ini
Engkau pelindungku Nahkoda kapal dalam pelayaran cinta kita
Menuju akhir tujuan menggapai ridho-Nya.

Belahan jiwaku..
Maafkan aku jika aku belum bisa menjadi pendamping yang saleha untukmu
Belum mampu mengerti semua keinginanmu.
Bimbinglah aku suamiku supaya aku dapat terus belajar memahami dan mengerti jawaban-jawaban pertanyaan
dalam kehidupan yang kita jalani bersama
Aku akan terus belajar dalam kasih dan ikhlas atas segala yang kita tempuh menuju jalan cinta-Nya
Aku akan tunduk dan tawaddu akan segala perintahmu
Maafkanlah segala kekuranganku.

Kekasih hatiku...
Ingatkan aku kala tingkah lakuku serta kata-kataku menyakiti perasaanmu
Dan begitupula denganku akan belajar dalam kesabaran untuk menghadapi segala sifatmu
Jika aku tergoda dengan keindahan dunia tegurlah aku dengan kebijaksanaanmu
Perbaikilah akhlaqku dengan cinta kasihmu
Mohon belailah aku dalam ketidaktahuanku mana kala aku lalai melaksanakan kewajibanku

Aku akan setia dalam janji kita
Karena aku selalu merasa menjadi sempurna jika bersama kasihmu
Bukankan kita singgah di dunia hanyalah sementara
Untuk menerima dan menyelesaikan segala tugas dari-Nya & menjawab segala ujian-Nya
Untuk itu kasihku aku ingin selamanya bersamamu
merenda kasih dalam maqom taqwa menuju keabadian hingga jannah nanti..

Ilahi Rabbi...
seandainya telah Engkau tetapkan dia adalah milikku dan tercipta untukku sebagai suami dan imamku
maka satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami berdua agar kemesraan itu abadi...

Ya Allah ya Tuhanku Yang Maha Mengasihi
Kasihilah kami berdua ..
seiringkanlah kami dalam melayari bahtera hidup ini ke tepian samudra sejahtera dan abadikanlah putihnya cinta kami
Maka langgengkanlah perjodohan kami...

Ya Allah yang tercinta...
pasrahkanlah aku dengan takdir-Mu...
sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan adalah yang terbaik untukku
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui...
Segala yang terbaik buat hamba-Mu ini...

Ya Allah...
cukuplah hanya Engkau yang menjadi pemeliharaku di dunia dan akhirat...
dengarkanlah rintihan dari hamba-Mu yg dhoif dan hina ini..
janganlah Engkau biarkan aku sendirian di dunia ini maupun di akhirat dan jangan sampai aku terjurumus ke arah kemaksiatan dan kemungkaran..
maka jadikanlah suamiku selalu menjadi imam dan nahkoda berlayarku ...
Agar aku dan dia sama-sama dapat membina kesejahteraan hidup ke jalan yg Engkau ridhai dan kurniakanlah kami keturunan yang soleh dan solehah...

Ya Allah...
berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan akhirat dan peliharalah kami dari azab api neraka
amin ya Rabbal alamin ..

Hukum Memandang Wanita

memandang_wanita_non_mahramMemandang wanita yang bukan mahram asalnya tidak dibolehkan. Jadi boleh ketika hajat. Namun ada beberapa rincian mengenai hukum memandang wanita sebagaimana disebutkan oleh Abu Syuja' dalam matan Al Ghoyah wat Taqrib ditambah penjelasan di catatan kaki yang kami sajikan. Moga bermanfaat.

Hukum seorang pria memandang wanita dirinci menjadi tujuh:


Pertama: Memandang wanita non mahram tanpa ada hajat, hal itu tidak dibolehkan.
Kedua: Memandang istri atau hamba sahayanya, boleh melihat seluruh tubuhnya selain kemaluan.
Ketiga: Memandang wanita yang masih mahramnya atau hamba sahayanya yang telah menikah dengan yang lain, boleh memandang tubuhnya selain antara pusar dan lutut.
Keempat: Memandang demi alasan menikahi wanita, dibolehkan memandang wajah dan kedua telapak tangan.
Kelima:  Memandang wanita dalam rangka berobat, boleh pada bagian yang dibutuhkan saja.
Keenam: Memandang wanita karena keperluan persaksian atau muamalat, boleh melihat pada wajah saja.
Ketujuh: Memandang hamba sahaya yang ingin dibeli, boleh memandang pada tempat yang dibutuhkan untuk dibolak-balikkan.


[1] Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".” (QS. An Nur: 30)

[2] Dalam Fathul Qorib (hal. 225), “Yang tepat boleh memandang kemaluan (istri atau budaknya yang ia nikahi), namun dihukumi makruh.” Makruhnya karena dilihat dari sisi adab (At Tadzhib, hal. 174).
Namun yang benar boleh antara suami istri saling memandang aurat satu dan lainnya. Dalilnya di antaranya hadits,
احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلاَّ مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ
Jagalah auratmu kecuali dari istrimu atau budak yang kau miliki.” (HR. Abu Daud no. 4017 dan Tirmidzi no. 2769, hasan). Ibnu Hajar berkata, “Yang dipahami dari hadits ‘kecuali dari istrimu’ menunjukkan bahwa istrinya boleh-boleh saja memandang aurat suami. Hal ini diqiyaskan pula, boleh saja suami memandang aurat istri.” (Fathul Bari, 1: 386). Dan yang berpandangan bolehnya memandang aurat satu sama lain antara suami istri adalah pendapat jumhur ulama (mayoritas).

[3] Memandang wanita yang masih mahram dibolehkan berdasarkan firman Allah Ta’ala,
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنَّ أَوْ آَبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ
Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka (QS. An Nur: 31). Antara pusar dan lutut termasuk aurat bagi selain suami istri. Perhiasan yang dimaksud dalam ayat di atas tergantung kondisi, yaitu di atas lutut di bawah pusar.

 [4] Dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairah, ia berkata, “Aku pernah berada di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu datang seseorang dan ia mengabarkan pada beliau bahwa ia ingin menikahi wanita Anshar. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padanya, “Apakah engkau telah melakukan nazhor (memandang) dirinya?” “Belum”, jawab dia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda,
فَاذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّ فِى أَعْيُنِ الأَنْصَارِ شَيْئًا
Pergilah dan pandanglah dia karena di mata wanita Anshar terdapat sesuatu.” Yaitu mata wanita Anshar itu berbeda dengan mata wanita lainnya sehingga perlu dilihat agar tidak terkejut.
 Memandang wanita yang ingin dinikahi di sini hanya pada wajah dan kedua telapak tangan karena tidak ada hajat untuk melihat anggota tubuh lainnya.

[5] Memandang wanita lain dalam rangka berobat dibolehkan asalkan dengan adanya mahrom atau suami dan tidak ada wanita lain yang bisa mengobatinya. Dan jika ada dokter muslim, maka jangan beralih pada lainnya. Jika hal ini berlaku pada wanita, maka sama halnya pada laki-laki. Laki-laki tidaklah boleh berobat pada dokter wanita jika ada dokter laki-laki yang bisa mengobatinya. Jika tidak didapati demikian, maka disyaratkan jangan sampai terjadi kholwat.

[6] Memandang wanita lain dalam rangka muamalah, maka boleh jika ada hajat untuk mengenali wanita tersebut dan tidak bisa kecuali dengan melihatnya dan tidak bisa juga dilakukan di balik hijab. Namun syarat yang harus dipenuhi adalah tidak adanya kholwat (campur baur).

[7] Melihat budak yang ingin dibeli dibolehkan selama bukan aurat antara pusar dan lutut.


PETUNJUK ALLAH ITU ADA DI JALAN MEREKA YANG MENCARINYA


KEBAHAGIAAN DAN KEBERHASILAN itu memiliki tanda-tanda yang bisa ditangkap dan isyarat-isyara yang tampak.

Tanda-tanda dan isyarat-isyarat itu adalah saksi peningkatan tahapan yang bisa dicapai .



Diantara tanda-tanda KEBAHAGIAN , KEBERHASILAN itu adalah :

Bahwa semakin Ilmu seorang hamba bertambah, maka akan bertambah pula kerendahan hatinya serta belas kasihnya. Seperti mutiara yang mahal , semakin dalam tempatnya didasar laut, maka akan semakin tinggi harganya



Dan ORANG YANG BIJAKSANA akan menyadari bahwa ilmu adalah ANUGERAH yang dengannya ALLAH MENGUJINYA. JIka ia mensyukuri dan menerimanya dengan baik, maka ALLAH akan MENGANGKAT DERAJATNYA.



"ALLAH akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang -orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (QS Al-Mujadilah :11)


Semakin orang itu bertambah amal perbuatannya akan semakin bertambah pula KEHATI-HATIAN dan rasa takutnya kepada ALLAH. Dia akan semakin berhati2 agar kakinya tidak tergelincir, lisannya tidak kelepasan omongan dan hatinya tidak terbalik. Ia selalu bercermin dan mewanti2 dirinya bak seekor burung yang hati2 setiap kali hinggap di suatu dahan. Dia takut terhadap bidikan peluru pemburu.


Semakin bertambah hartanya, maka semakin ia menjadi lebih DERMAWAN dan semakin banyak memberi. Sebab harta hanyalah barang titipan , sementara yang memberi harta itu adalah si penguji. Semakin meningkat status dan kehormatannya di masyarakat, maka semakin dekat ia dengan masyarakat, mudah memberi dan semakin rendah hati.



Seluruh hamba itu adalah makhluk ALLAH, dan yang paling dicintainya adalah YANG PALING BANYAK MEMBERIKAN MANFAAT PADA SESAMA


Sedangkan tanda-tanda KESENGSARAAN adalah,

Bahwa semakin bertambah Ilmu seseorang , maka ia akan semakin sombong dan angkuh dalam tindak dan tanduk.

Ilmu nya tidak bermanfaat & hatinya kosong. Semakin kecil NILAI orang-orang disekitarnya dan semakin baik prasangkanya terhadap dirinya sendiri.


Rasullullah bersabda :

"Kelak pada hari kiamat, orang yang sombong akan dihimpunkan dalam barisan semut2 kecil yang diinjak-injak oleh kaki manusia"


Kehidupan adalah COBAAN DAN UJIAN dari ALLAH bagi hamba-hambanya. Ada yang dengan ujian ini menjadi bahagia, namun adapula yang dengan ujian ini menjadi sengsara.


Sesungguhnya petunjuk dari ALLAH itu akan datang , bagi mereka yang mencarinya.. Subhanallah , semoga kita semua termasuk golongan orang2 yang diberi petunjuk, serta selamat di dalam menjalani kehidupan dunia, untuk tujuan kemuliaan kelak di akhirat nanti. amin ya Robbal alamin ...

SURGA DALAM RUMAH TANGGA


Bismillaahir rohmanir rohiim

Jika Allah telah mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka pasangan tersebut menjadi saling melengkapi, saling menutupi kekurangan, bersedia berkorban untuk kebahagiaan, memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta bekerja sama secara sinergistik menjadikan rumah laksana surga yang indah, hangat, tentram, tempat berteduh, bertukar pikiran, beribadah dan berbagi rasa dengan pondasi ketaqwaan kepadaNYA. Subhanallah.

“ Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadaNya, dan dijadikanNya diantara rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Ar Ruum:21)

Ketika dua jiwa dipersatukan dalam maghligai perkawinan dua keluarga akan menjadi satu keluarga baru. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaan masing-masing baik istri maupun suami. Karena suami dan istri adalah satu.

Sungguh teramat indah Al Qur'an melukiskannya, "Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka."

Adakah yang lebih indah dari rasa kasih sayang diantara kedua insan yang berlainan jenis dalam sebuah ikatan pernikahan? Ia adalah sebuah mitsaqan ghalidza (perjanjian yang kuat), karenanya yang haram menjadi halal, maksiat menjadi ibadah, kekejian menjadi kesucian dan kebebasan pun menjadi sebuah tanggung jawab. Dua hati yang berserakan akhirnya bertautan. Cinta karena Allah, bukankah hanya itu yang menjadikan mahligai cinta selalu indah. Keindahan cinta dalam sebuah mahligai pernikahan adalah harapan penghuninya. Cinta akan membuat seseorang lebih mengutamakan yang dicintainya, sehingga seorang istri akan mengutamakan suami dalam keluarga. Seorang suami pun tentu akan mengutamakan perlindungan dan pemberian nafkah kepada istri tercinta. Cinta memang dapat berbentuk kecupan sayang, kehangatan, dan perhatian. Namun bunga cinta tetaplah membutuhkan pupuk agar selalu bersemi indah. Karenanya, segala kekurangan akan menumbuhkan kebesaran jiwa. Hingga air mata yang mengalir itu pun adalah sebagai tanda rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, karena Allah telah memberikan pasangan hidup yang selalu bersama mengharap keridhoan-Nya.

Firman-Allah untuk direnungkan tentang hakikat suami dan istri dipertemukan oleh Allah atas namanya pertemuan.

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya, dan dari pada keduanya Allah kembangbiakkan lelaki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu". (An Nissa:1)
Seorang suami adalah pemimpin bagi istri. Jadikanlah suatu pernikahan itu sebagai asas pembangunan iman, dan bukannya untuk memuaskan bisikan syaitan yang menjadikan ikatan pernikahan sebagai tujuan nafsu semata-mata. Memberikan nafkah lahir dan batin kepada istri, mendidik, membina akhlaq keluarganya, senantiasa melaksanakan tanggung jawab sebagai pemimpin keluarga dengan syura kesabaran, qanaah ketabahan, moga kita akan menjadi salah satu dari pada jamaah saf menuju syurga.


Bilamana Allah Azza wa Jalla meridhai seorang wanita menjadi wanita (istri) shalihah, karena wanita tersebut memang dengan hati ikhlas menjalankan kebaikan-kebaikan dengan mentaati suaminya, melayani suaminya dengan baik walaupun sedang dalam kesibukan, mendahulukan hak suami atas orang tuanya, menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya, senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami , menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah), mensyukuri segala sesuatu yang diberikan suami , menjaga sholatnya, menunaikan perintah dan menjauhi perbuatan-perbuatan yang dimurkaiNya karena kesucian serta keshalihannya terhadap suami dan anaknya, memiliki hati yang indah dan mulia, menjadikan Allah sebagai puncak cinta dan Rasulullah sebagai teladannya maka penghargaan Allah baginya adalah puncak segala harapan seluruh orang mukmin, yakni surga yang kenikmatannya tidak dapat dibayangkan oleh pikiran manusia.


Keluarga sakinah mawaddah warohmah merupakan dambaan setiap insan yang menjalani bahtera rumah tangga. Keindahan surga rumah tangga tersebut dapat diwijudkan dengan upaya bersama buah dari caring dan sharing suami dan istri. Yang satu tidak menjadi beban bagi yang lainnya, tapi sebaliknya memperkuat satu sama lain.


Beberapa pilar penting yang mutlak ada pada kehidupan suami istri:

1. Taqwa, keluarga sakinah tidak akan pernah dicapai tanpa ketaqwaan kepada Allah SWT. Ketaqwaan adalah hubungan kasih sayang yang menimbulkan keikhlasan untuk mengerjakan apa yang diperintahkanNya dan menjauhi apa yang dilarangNya.
2. Harta, harta mutlak ada dalam kehidupan rumah tangga. Harta membuat kita memiliki kebebasan sesuai dengan ketentuan Allah, untuk mencukupi kebutuhan dan mewujudkan keinginan kita. Tapi perlu diingat bahwa kebahagiaan bukan dari banyak nya harta akan tetapi dari hati yang penuh rasa syukur atas setiap rejeki yang telah diupayakan dengan baik, halal, mempunyai nilai manfaat bagi diri, keluarga dan sesama dan ikhlas hanya berharap ridhoaNya.
3. Sabar, hakikat dari sabar dalam rumah tangga adalah menahan sehingga melahirkan ketenangan dan kedamaian memaknai setiap cobaan dengan saling bergandengan tangan bersama dan mengambil hikmah dalam setiap goncangan-goncangan yang terjadi dalam perkawinan.
4. Ikhlas, dalam berumah tangga keikhlasan hakikatnya adalah menerima. Sifat ikhlas akan tercermin dari aura yang terpancar keluar dari dalam diri kita: wajah yang masih tersenyum walaupun sedang dirundung masalah, perkataan yang tetap terjaga dalam kondisi bagaimanapun, rela berkorban demi kebahagiaan keluarga.
5. Selalu berada dalam kebenaran, rumah tangga yang sakinah harus dibangun di atas kejujuran antar masing-masing pasangan. Tanpa kejujuran rumah tangga akan kehilangan salah satu pilarnya yaitu “kepercayaan”.
6. Adil, adil bukan sama rasa dan sama rata tapi meletakkan sesuatu pada tempat dan kadarnya.
7. Syukur, hakikat syukur adalah menampakkan nikmat yang didapat. Salah satunya adalah sedekah, infak dan zakat.
8. Doa, perbanyak doa. Ada satu do’a yang diajarkan langsung oleh Allah SWT kepada suami da istri dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Do’a termakhtub dalam QS Al Furqon (25):74:

" Ya Tuhan kami, jadikanlah pasangan hidup kami dan anak-anak kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikanlah kami panutan bagi orang-orang yang bertaqwa."


Hal yang perlu dibina dalam berumah tangga:
[1] Kesetiaan.
[2] Pengorbanan Ikhlas.
[3] Menyayangi setulus hati dengan sepenuh jiwa.
[4] Menyetujui dan memberikan dukungan sekaligus saran untuk perubahan yang lebih baik.
[5] Kejujuran.
[6] Kepercayaan.
[7] Pemberian tanpa mengharap pujian.
[8] Menerima keadaan walau bagaimanapun secara ridho Alloh Ta'ala.
[9] Melengkapi segala kekurangan.
[10]Memberikan segenap perhatian dan pengertian.
[11] Menghargai pemberian.
[12] Mengakui keberadaan atau kehadiran pasangan
[13] Rela meluangkan waktu untuk bersama dalam keakraban.
[14] Senantiasa mengasihi berbagi rasa diantara suka dan duka.
[15] Senantiasa positif thinking
[16] Senantiasa bersabar, bersikap lembut dan halus dan mencoba mengalah jika pasangan dalam keadaan emosi sekaligus menenangkan pikiran dan hati pasangan
[17] Senantiasa peduli terhadap perasaan pasangan berupa keinginan atau maksud pikirannya.


UNTAIAN SYAIR

Buat Suami

Pernikahan atau Perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia ...
Isteri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah ...
Justru Isteri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah ...

Pernikahan atau Perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama ...
Isteri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Isteri ladang tanaman, Kamu pemagarnya,
Isteri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,
Isteri adalah murid, Kamu mursyid (pembimbing)-nya,
Isteri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya ..
Saat Isteri menjadi madu, Kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Isteri menjadi racun, Kamulah penawar bisanya,
Seandainya Isteri tulang yang bengkok, Berhati2lah meluruskannya ...

Pernikahan atau Perkawinan,
Menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa ...
Untuk belajar meniti sabar dan ridho,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Muhammad Rasulullah atau Isa As,
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamaullahhuwajah,
Cuma suami akhir zaman, yang berusaha menjadi soleh ...


Buat Istri

Pernikahan atau Perkawinan,
Membuka tabir rahasia,
Suami yang menikahi kamu,
Tidaklah semulia Muhammad,
Tidaklah setaqwa Ibrahim,
Pun tidak setabah Isa atau Ayub,
Atau pun segagah Musa,
Apalagi setampan Yusuf
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang soleh solehah...
Pernikahan atau Perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya,
Suami adalah Nakoda kapal, Kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal, Kamulah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi Raja, Kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, Kamulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya

Pernikahan atau Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridho,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna didalam menjaga

Dan bukanlah Hajar ataupun Mariam, yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman, yang berusaha menjadi solehah ...