Ayah

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Ibu dan Difka

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Keluarga Sakinah,Mawadah,Warohmah

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Difka Audia Hasna

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Curug Simaja

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 09 November 2012

Cerita Tentang Kesabaran


Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang membaca koran…
anak : “Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…

aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capek, sangat capek …

aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman - teman ku, sedang teman - temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…

aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu - kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…

“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.

” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”

” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”

” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”

” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”

” Nah, akhirnya kau mengerti”

” Mengerti apa? aku tidak mengerti”

” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayarkan? ada telaga yang sangat indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa-apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”

” Tapi ayah, aku tidak mudah untuk bersabar ”

” Ayah tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakkuayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”

” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”

Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya..

Sahabat,,, qt tidak tau seberapa besar cobaan dan rintangan yang Allah berikan pada qt.. tapi sahabat mesti tau.. Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kekuataan hambanya..
Teruslah berdo'a, tawakal dan pasrah akan kehendakNya karna semua telah dituliskan...
Sekecil apapun amal ibadah yang qt lakukan akan dibalas dg beribu2 kali lipat,, begitu juga sebaliknya..
Janganlah terlena oleh kehidupan duniawi,, karna QT HIDUP HANYA SEMENTARA  dan akan kembali kepadaNya.. Ingat dunia ingat akherat,,semua harus seimbang..
Allah maha mengetahui atas segalanya..
Kesabaran akan membuahkan hasil yang indah...
Ingat sahabat,,, Allah sangat menyukai orang2 yang sabar..
Harapkanlah cinta Allah sahabat,,

Semoga qt menjadi orang2 yang sabar,, dan mendapat cintaNya... aamiin,,aamiin,, ya Rabbal'allamin

Rabu, 07 November 2012

Kisah Nabi Sulaiman a.s Menangkap Iblis

Nabi Sulaiman a.s pernah menangkap Iblis dan memenjarakannya selama beberapa hari, namun kemudian dilepaskan lagi karena mendapat teguran dari Allah SWT dan karena banyak rakyatnya yang mengeluh karena kelaparan.

Seperti banyak diketahui, bahwa Nabi Sulaiman memiliki kerajaan yang besar sekali, wilayah kekuasaannya sangat luas dan banyak musuh yang tunduk kepadanya dari berbagai golongan, dari golongan manusia, binatang, jin dan bahkan iblis pun tunduk pula kepadanya.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi Sulaiman a.s memohon kepada Allah SWT,

"Ya Allah, Engkau telah menundukkan kepadaku manusia, jin, binatang buas, burung-burung dan para malaikat. Ya Allah, aku ingin menangkap iblis dan memenjarakannya, merantai dan mengikatnya, sehingga manusia tidak berbuat dosa dan maksiat lagi.

Allah SWT kemudian mewahyukan kepada Sulaiman a.s,"

Wahai Sulaiman, tidak ada kebaikannya jika iblis ditangkap."

Nabi Sulaiman a.s tetap memohon,

"Ya Allah, keberadaan makhluk terkutuk itu tidak memiliki kebaikan di dalamnya."

Allah berfirman,

"Jika iblis tidak ada, maka banyak pekerjaan manusia yang akan ditinggalkan."

Nabi Sulaiman Memenjarakan Iblis.

Nabi Sulaiman berkata,

"Ya Allah, aku ingin menangkap iblis selama beberapa hari saja."

Allah SWT berfirman,

"Bismillah, tangkaplah iblis."

Kemudian Nabi Sulaiman a.s menangkap iblis dan merantai serta memenjarakannya. Nabi Sulaiman tampak puas setelah memenjarakan iblis laknatullah itu.

Sementara itu, Nabi Sulaiman a.s merajut tas untuk dijual ke pasar setiap harinya.

Beliau memang memiliki kerajaan yang sangat besar, namun untuk keperluan makan, Beliau mencari sendiri dari hasil jerih payahnya.

Suatu hari, Beliau pergi ke pasar untuk menjual tas hasil rajutannya, karena dari hasil penjualan tas itu bisa dibelikan gandum untuk dibuat roti sebagai makanan hari itu juga.

Padahal dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa dapur kerjaan Nabi Sulaiman telah dimasak 4000 unta, 5000 sapi dan 6000 kambing. Meski demikian, Nabi Sulaiman a.s tetap menjual tas dan menjualnya ke pasar untuk mencari makan.

Keesokan harinya, Nabi Sulaiman a.s mengutus anak buahnya untuk menjual tasnya ke pasar, namun mereka melihat pasar itu tutup dan tak ada yang berdagang sama sekali. Akhirnya mereka kembali pulang dengan tangan hampa sekaligus mengabarkan hal ini kepada Nabi Sulaiman.

Nabi Sulaiman bertanya,

"Apa yang terjadi?"

Mereka menjawab,

"Kami tidak tahu."

Pada hari berikutnya sama saja, anak buahnya membawa kabar bahwa pasar telah tutup dan semua orang pergi ke makam, sibuk menangis dan meratap. Semua orang siap-siap melakukan perjalanan ke akhirat.

Iblis Dilepaskan.

Nabi SUlaiman a.s bertanya kepada Allah SWT,

"Ya Allah, apa sebenarnya yang telah terjadi? Mengapa orang-orang tidak bekerja mencari makan?"

Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Sulaiman a.s,

"Wahai Sulaiman, engkau telah menangkap iblis itu, sehingga akibatnya manusia tidak ada gairah lagi untuk mencari nafkah. Bukankah sebelumnya telah Aku katakan kepadamu bahwa menagkap iblis itu tidak mendatangkan kebaikan?"

Mendengar wahyu Allah SWT tersebut, Nabi Sulaiman a.s segera membebaskan iblis. Keesokan harinya, orang-orang sudah terlihat seperti biasanya lagi, pergi ke pasar dan mencari nafkah. Mereka sibuk bekerja dan mencari nafkah.

Jadi, jika iblis tidak ada, pekerjaan manusia akan kacau balau.

Allahu'alam...

Selasa, 30 Oktober 2012

Kelebihan Surah Al-Baqaroh

Bismillaahirrohmaanirrohiim .........

Diriwayatkan pada Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Rosuulullaahi shollallaahu a`laihi wasallam bersabda,
"Janganlah kamu menjadikan rumah-rumah kamu seperti kubur (hanya untuk tidur sahaja). Sesungguhnya syaitan itu lari dari rumah yang dibacakan surah Al-Baqarah di dalamnya".
(HR Imam Muslim).

Pengajaran Yang Boleh Diambil Dari Hadits:

1- Kelebihan membaca Al-Quran dan rumah yang tidak pernah dibaca Al-Quran di dalamnya adalah diumpamakan seperti kubur.

2- Kelebihan membaca surah Al-Baqaroh dan membacanya sambil mentadabbur (memerhati) dan mengambil contoh isi kandungannya akan dapat menjauhkan syaitan serta menjaga seseorang umat Islam dari godaan dan kesesatannya...

Syaitan akan lari dari rumah yang dibacakan surah Al baqarah.

Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata bahwa Rosuulullaahi shollallaahu a`laihi wasallam telah bersabda,
“Semoga aku tidak mendapatkan salah seorang daripada kamu meletakkan salah satu kakinya diatas kaki yang lain sambil menyanyi dan meninggalkan surah Al Baqaroh tanpa membacanya, sesungguhnya syaitan akan lari dari rumah yang dibacakan surah Al baqaroh. Sesungguhnya rumah yang paling kosong adalah rumah yang hampa dari kitab Allah ( Al-Quran ) “
Hadits riwayat An-Nas-I dalam kitab Al-Yaum Wa Al Lailah

Abdullah bin Mas’ud mengatakan : Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari surah Al baqaroh, antara lain :
- Surah Al baqaroh ayat 1-5
- Ayat kursi 255 dan 2 ayat berikutnya 256-257
- Surah Al Baqaroh ayat 284-286

Maka syaitan tidak akan masuk kerumahnya pada malam itu.

Dalam satu riwayat lain disebutkan bahawa dia dan keluarganya tidak akan di dekati syaitan, dan apa yang dibencinya ( binatang buas seumpamanya ). Dan tidaklah ayat ini jika bacakan kepada orang gila akan membuatkannya sadar.


Malaikat bersama dengan orang yang membaca surah Al baqaroh

Ini merupakan salah satu fadhilat dan kelebihan surah Al baqaroh kepada pembacanya. Al Bukhori meriwayatkan dari Al Laits, dari yazid bin Al-Haad, dari Muhammad bin Ibrahim, dari Usaid bin Hudhair :
“Pada suatu malam dia membaca surah Al-Baqaroh sementara kudanya ditambat berhampiran dengannya. Tiba-tiba kudanya itu pun berputar-putar. Ketika Usaid berhenti membaca, kudanya itu pun kembali tenang. Kemudian Usaid membacanya kembali dan kudanya itu pun kembali bergerak dan berputar-putar. Tatkala dia berhenti membaca, kudanya kembali diam. Kemudian dia membacanya lagi, kudanya itu pun bergerak dan berputar-putar. Maka dia pun berhenti membacanya sedangkan puteranya Yahya berada berhampiran kuda tersebut. Oleh kerana berasa bimbang dan kasihan kuda itu akan memijak anaknya, dia pun mengambil anaknya seraya penglihatannya mengadap ke langit dan dia melihat satu bayangan putih ( berkelip-kelip ) sampai dia tidak melihatnya lagi".

Ketika pagi menjelang, dia pun menceritakan perihal tersebut kepada Rosuulullaahi shollallaahu a`laihi wasallam.

Rosuulullaah bersabda,
“Wahai putera Hudhair, baca terus” Dia menjawab “ Ya Rosuulullaah, aku merasa bimbang kepada Yahya karena dia berada dekat dengan kuda tersebut. Kemudian aku mengangkat kepalaku dan melihat ke langit, tiba-tiba aku melihat seperti suatu bayangan yang mirip lampu-lampu. Setelah itu aku keluar rumah dan melihatnya sampai aku tidak melihatnya lagi.”

“Tahukah engkau apa itu “ Tanya Rosuulullaah. “ Tidak “ Jawabnya.

Beliau pun bersabda: " Itulah malaikat yang mendekatimu untuk mendengar suara bacaanmu. Seandainya kamu terus membacanya (sampai pagi ), niscaya pagi ini manusia akan dapat melihatnya tanpa terhalang..."

Imam Al-Baihaqi dari Imam Shalshal berkata: “Barangsiapa membaca Surah Baqaroh maka dipakaikan kepadanya mahkota disyurga.”

Imam Ibnu Zanjawai dari Imam Wahab ibn Munabih menyatakan: “Barangsiapa membaca Surah Baqaroh dan Ali Imran pada malam Jumaat maka baginya nur cahaya membentang antara Arsy dan dasar bumi.”

UNTUK PERLINDUNGAN DARI SEGALA KEJAHATAN:

· Abu Mas’ud Albadri r.a. berkata bahawa Nabi Muhammad shollallaahu a`laihi wasallam, bersabda;

“Barangsiapa membaca dua ayat dari surah Al-Baqaroh, maka cukuplah baginya (dari hal-hal yang membencikan. Dan menurut sebagian pendapat :sama dengan bersembahyang malam).”
(Riwayat Bukhori & Muslim)

UNTUK MEMOHON AGAR DIKABULKAN DOA:

Ibnu Abbas r.a. bercerita: Pada suatu ketika Malaikat Jibrail berada disisi Nabi Muhammad shollallaahu a`laihi wasallam, tiba-tiba terdengar suara dari atas, maka ia mengangkat kepalanya dan berkata: “Ini sebuah pintu dilangit, pada hari ini dibuka dan turun seorang malaikat memberi salam dan berkata:

“(Bergembiralah dengan dua cahaya penerangan yang diberikan oleh Allaah subhaanahu wa ta`ala. kepadamu, dan belum pernah diberikan kepada seseorang Nabi sebelum kamu, yaitu: FATIHUL KITAB dan Akhir SURAH AL-BAQAROH. Tiada engkau membaca suatu huruf daripadanya melainkan pasti permintaanmu diberi).”
(Riwayat Muslim)

KEUTAMAAN DUA AYAT AKHIR DARI SURAH AL-BAQAROH:

(Maksudnya) “Rosul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman, semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya, Mereka berkata: “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang dari Rosul-rosul-Nya, dan mereka mengatakan: Kami Patuh dan Taat; Ampunilah kami ya Tuhan kami... dan kepada Engkaulah tempat kami kembali....”

Allaah subhaanahu wa ta`ala, tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Ia mendapat Pahala dari kebajikan yang diusahakannya, dan mendapat Siksa dari kejahatan yang dikerjakannya, Mereka berdoa:
“Ya Tuhan kami... Jangan Engkau Bebankan orang-orang yang sebelum kami...
Ya Tuhan kami... Janganlah Engkau Pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya... Maafkanlah kami..., Ampunilah kami... dan Rahmatilah kami..., Engkaulah penolong kami, Tolonglah kami atas orang-orang kafir.”
(Surah Al Baqaroh: 285-286)

WALLAAHUA`LAM...BISSHOWAB...Yang baik semuanya Untuk Allah... dan mana ada kesalahan dan kesilapan pada tulisan itu adalah dari Sifat Kelemahan saya sendiri sebagai Makhluk-NYA.... Hanya Kepada-NYAlah saya memohon Ampunan dengan sepenuhnya.. Insya Allaah... aamiin...

Rabu, 24 Oktober 2012

Untuk Anakku yang Tersayang....

 Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.

Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.

Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tekhnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku.

Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.

Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.

Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.

Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani

aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur
Dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu
Karena kau buah hatiku yang tersayang....

Selasa, 23 Oktober 2012

Antara Jin & Manusia


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... 
Segala puji bagi Allah, Rabb sekalian alam. Yang menciptakan langit, bumi dan segala sesuatu diantara keduanya termasuk manusia dan jin. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya dan memohon Ampunan-Nya.

Pembicaraan mengenai jin akan campur tangannya dalam kehidupan manusia merupakan bahasan yang tidak akan lapuk oleh per
ubahan jaman, tidak akan sirna oleh kemajuan teknologi. Karena ia dapat dirasakan pengaruhnya di belahan bumi manapun dan kapanpun selama manusia hidup di dunia.


Seperti yang telah kita ketahui, Allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepadaNya. Allah Ta’ala berfirman :

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.” (QS. Adz-Dzariyat[51]: 56-57)

Setidaknya ada dua pemahaman yang salah tentang bagaimana cara menyikapi eksistensi jin ini.

Pertama, tidak mengakui adanya jin dan menganggap bahwa jin hanya ada dalam dongeng atau takhayul, atau menolak tentang adanya campur tangan jin dalam kehidupan manusia. Padahal telah gamblang Allah SWT terangkan, baik dalil naqli maupun aqli tentang hal tersebut.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (QS. Al-Baqarah[2]: 275)

Imam Al-Qurtubi Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ayat tersebut merupakan bantahan bagi yang mengingkari adanya kesurupan jin dan mengatakan bahwa hal itu semata-mata pengaruh medis belaka, atau setan tidak dapat masuk pada diri manusia dan tidak dapat mengganggunya menjadi gila.”

Oleh karena itu terkuaklah bahwa jin dapat mencampuri urusan manusia. Kedua,orang-orang yang percaya akan adanya jin namun sesat dalam memperlakukannya.

Adanya praktek perdukunan, sihir, tenung, menyembahnya dengan melakukan ritual-ritual tertentu. Kedua sikap tersebut sangatlah berpotensi menjerumusakan umat dalam kesyirikan, dosa nomor wahid dalam islam.

IDENTITAS JIN DAN SETAN ...
“Al-Jaan”adalah nenek moyang dari seluruh jin, sebagaimana yang Allah firmankan :

“Dan kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al-Hijr[15]:27)

Namun apakah penciptaan jin seperti halnya penciptaan Adam dan keturunannya? Yakni beranak pinak seperti manusia? Wallahu a’lam. Ya.. makhluk itu bernama jin, tapi mengapa? Dinamakan jin karena sifatnya yang ijtinan yakni tersembunyi dan tak kasat mata.

Kata tersebut diambil dari “janna lail idza azhlama” malam telah menjadikan sesuatu tertutup karena gelapnya. Seperti halnya calon bayi dikatakan “janin” karena bersifat tersembunyi dirahim ibu. Begitu pula nikmatnya surga yg disebut “jannah” karenanya tersembunyi pula tempatnya.

Lalu apakan perbedaan jin dan setan(syaitan)? Jelas tentu keduanya sangat berbeda.

Jin adalah salah satu makhluk Allah seperti halnya manusia -sesuai pembahasan sebelumnya dalam QS. Adz-Dzariyat[51]: 56-57-,

sedangkan setan merupakan sifat. Sifat yang buruk, congak, hasud, terputus dari kebaikan, dan segala perilaku yang menuntun manusia untuk bermaksiat kepada Allah Ta’ala. Maka barangsiapa, baik manusia maupun jin apabila terindikasi akan hal tersebut maka dapat dikatakan dia syaitan.

Jadi syaitan dapat berasal dari jin maupun dari manusia yang telah resmi menjadi musuh para nabi beserta umatnya. Allah Ta’ala berfirman :

”Dan demikianlah Kami jadiakan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia).” (QS. Al-An’am[6]: 112)

BAGAIMANA JIN DAPAT MENGGANGGU MANUSIA? ..

Sesungguhnya, gangguan jin terhadap manusia itu benar-benar terjadi. Hal ini telah disaksikan oleh pendengaran manusia, dan panca indra yang lain pun tidak menafikkannya, bahkan justru mengukuhkannya.

Kalaulah bukan karena malaikat yang diutus Allah untuk menjaga manusia, maka tentulah tak ada manusia yang dapat lolos dari gangguan jin (syaitan). Yang demikin itu karena manusia tidak dapat melihat jin, sedangkan jin dapat melihat manusia dan memiliki kemampuan untuk bergerak dengan cepat.

Mungkin karena manusia tanpa sengaja telah menyakiti mereka dengan menyiram air panas lalu menyakiti mereka, atau telah mengencingi mereka tanpa kita sadari, lalu mereka marah dan menyakiti manusia. Ada pula kedzaliman diantara mereka, sehingga mereka mengganggu manusia tanpa sebab.

Jin (syaitan) selalu menggoda manusia untuk berbuat munkar. Melalui bisikan-bisikannya yang indah sehingga memanjakan nafsu membuat manusia lupa akan hakikatnya, yaitu untuk selalu taat kepada Yang Maha Suci, Allah SWT. Melalaikan hal-hal yang fardhu, tenggelam kedalam hal-hal yang mubah dan akhirnya terperosok kejurang kenistaan tanpa kita sadari.

Selain itu, syaitan dari golongan jin juga dapat mengganggu manusia dengan cara merasuki tubuh manusia hingga ia hilang akal (gila). Gangguan seperti ini dapat bermacam-macam gejalanya, dari mulai yang berkepanjangan berada di jasadnya, sampai yang ringan yaitu tidak lebih dari beberapa detik seperti mimpi buruk.

Tanda-tanda yang sering muncul pada orang yang diganggu oleh jin ketika terjaga antara lain: pikiran kacau; sering pusing yang tidak disebabkan oleh panyakit pada kedua mata, kedua telinga, hidung, sisi tenggorokan atau lambung; sering lesu dan malas; senantiasa berpaling dari dzikrullah, shalat dan keta’atan-keta’atan lainnya. dan yang paling mudah kita lihat adalah kesurupan.

Ada juga tanda-tanda yang muncul ketika dia tidur: sulit tidur malam; kecuali setelah lama bersusah payah; mimpi buruk yaitu melihat sesuatu yang mengancamnya; tertawa, menangis dan berteriak saat tidur; berdiri dan berjalan waktu tidur; mimpi melihat binatang.

BAGAIMANA CARA MENCEGAH GANGGUAN JIN? ..

Allah Ta’ala telah menganjurkan setiap umat muslim untuk senantiasa mengingat-Nya, dan jika seorang hamba ingat kepada Allah, menyebut-nyebut nama Allah, maka Allah pun juga akan menyebut-nyebut nama hamba tersebut, sehingga semakin dekatlah ia dengan Allah SWT.

Ketika Allah SWt sudah meridhoi seorang hamba, akankah dia membiarkan hambanya dalam bahaya? tentu tidak. Dzikrullah.. kata agung yang menggetarkan isi hati, dan semua penduduk langit, jika kita memahaminya dengan benar. Dan dzikir yang lurus adalah dzikir hanya untuk mendapatkan ridho Allah semata. Rasulullah SAW telah mencontohkan dzikir yang dapat kita amalkan, berikut diantaranya :

1. Membaca QS. Al-baqarah[2]: 255 (ayat kursi) setiap selesai sholat lima waktu, atau dibaca ketika akan tidur.

Rasulullah bersabda dalam hadistnya yang sahih : “barangsiapa membaca ayat kursi pada malam hari, Allah senantiasa menjaganya dan syaitan tidak mendekatinya sampai subuh”

2. Membaca surah Al-Ikhlas, surah Al-falaq, dan surah An-Naas setiap akhir sholat fardhu.
Sesuai dengan hadist riwayat Abu-Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i.

3. Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah yaitu 285-286 pada permulaan malam, sesuai sabda Rasulullah SAW,

“Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya”(HR. Bukhori)

4. Berdoa ketika memasuki suatu tempat, atau berada di padang pasir, di udara atau di laut.

Sabda Rasulullah SAW, “barangsiapa singgah di suatu tempat dan dia mengucapkan : ‘A’uudzu bi kalimaatillahi attaammaati min syarri maa khalaq’ (aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk ciptaanNya), maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu.”

Demikianlah penjelasan singkat mengenai campur tangan jin di alam manusia, semoga bermanfaat bagi semua orang yang membacanya.
Allahu'allam...

Kamis, 18 Oktober 2012

Aku Mencintaimu Karena ALLAH


AL-KISAH PERNIKAHAN SEORANG LAKI-LAKI YANG SHOLEH DENGAN SEORANG WANITA SHOLEHAH YANG MENIKAH KARENA ALLAH, KETIKA KEBURUKAN RUPA DAN KECACATAN FISIK MENJADI UJIAN ATAS PERNIKAHAN MEREKA.
Bismillaah

Hari pernikahanku. Hari yang paling bersejarah dalam hidup. Seharusnya saat itu aku menjadi makhluk yang paling berbahagia. Tapi yang aku rasakan justru rasa haru biru. Betapa tidak. Di hari bersej
arah ini tak ada satu pun sanak saudara yang menemaniku ke tempat mempelai wanita. Apalagi ibu. Beliau yang paling keras menentang perkawinanku. Masih kuingat betul perkataan ibu tempo hari,

“Jadi juga kau nikah sama buntelan karung hitam’ itu ….?!?” Duh……, hatiku sempat kebat-kebit mendengar ucapan itu. Masa calon istriku disebut ‘buntelan karung hitam’.

“Kamu sudah kena pelet barangkali Yanto. Masa suka sih sama gadis hitam, gendut dengan wajah yang sama sekali tak menarik dan cacat kakinya. Lebih tua beberapa tahun lagi dibanding kamu !!” sambung ibu lagi.

“Cukup Bu! Cukup! Tak usah ibu menghina sekasar itu. Dia kan ciptaan Allah. Bagaimana jika pencipta-Nya marah sama ibu…?” Kali ini aku terpaksa menimpali ucapan ibu dengan sedikit emosi. Rupanya ibu amat tersinggung mendengar ucapanku.

“Oh…. rupanya kau lebih memillih perempuan itu ketimbang keluargamu. baiklah Yanto. Silahkan kau menikah tapi jangan harap kau akan dapatkan seorang dari kami ada di tempatmu saat itu. Dan jangan kau bawa perempuan itu ke rumah ini !!”

DEGG !!!!

“Yanto…. jangan bengong terus. Sebentar lagi penghulu tiba,” teguran Ismail membuyarkan lamunanku.

Segera kuucapkan istighfar dalam hati.

“Alhamdulillah penghulu sudah tiba. Bersiaplah …akhi,” sekali lagi Ismail memberi semangat padaku.

“Aku terima nikahnya, kawinnya Shalihah binti Mahmud almarhum dengan mas kawin seperangkat alat sholat tunai !” Alhamdulillah lancar juga aku mengucapkan aqad nikah.

“Ya Allah hari ini telah Engkau izinkan aku untuk meraih setengah dien. Mudahkanlah aku untuk meraih sebagian yang lain.”

Di kamar yang amat sederhana. Di atas dipan kayu ini aku tertegun lama.Memandangi istriku yang tengah tertunduk larut dalam dan diam. Setelah sekian lama kami saling diam, akhirnya dengan membaca basmalah dalam hati kuberanikan diri untuk menyapanya.

“Assalamu’alaikum …. permintaan hafalan Qur’annya mau di cek kapan De’…?”

tanyaku sambil memandangi wajahnya yang sejak tadi disembunyikan dalam tunduknya.

Sebelum menikah, istriku memang pernah meminta malam pertama hingga ke sepuluh agar aku membacakan hafalan Qur’an tiap malam satu juz. Dan permintaan itu telah aku setujui. “Nanti saja dalam qiyamullail,” jawab istriku, masih dalam tunduknya. Wajahnya yang berbalut kerudung putih, ia sembunyikan dalam-dalam. Saat kuangkat dagunya, ia seperti ingin menolak. Namun ketika aku beri isyarat bahwa aku suaminya dan berhak untuk melakukan itu , ia menyerah.

Kini aku tertegun lama. Benar kata ibu ..bahwa wajah istriku ‘tidak menarik’. Sekelebat pikiran itu muncul ….dan segera aku mengusirnya.

Matanya berkaca-kaca menatap lekat pada bola mataku.

“Bang, sudah saya katakan sejak awal ta’aruf, bahwa fisik saya seperti ini. Kalau Abang kecewa, saya siap dan ikhlas. Namun bila Abang tidak menyesal beristrikan saya, mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan yang banyak untuk Abang. Seperti keberkahan yang Allah limpahkan kepada Ayahnya Imam malik yang ikhlas menerima sesuatu yang tidak ia sukai pada istrinya. Saya ingin mengingatkan Abang akan firman Allah yang dibacakan ibunya Imam Malik pada suaminya pada malam pertama pernikahan mereka,” …

"Dan bergaullah dengan mereka (istrimu) dengat patut (ahsan). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjanjikan padanya kebaikan yang banyak.”
(QS An-Nisa:19)

Mendengar tutur istriku, kupandangi wajahnya yang penuh dengan air mata itu lekat- lekat. Aku teringat kisah suami yang rela menikahi seorang wanita yang memiliki cacat itu. Dari rahim wanita itulah lahir Imam Malik, ulama besar ummat Islam yang namanya abadi dalam sejarah.

“Ya Rabbi aku menikahinya karena Mu. Maka turunkanlah rasa cinta dan kasih sayang milikMu pada hatiku untuknya. Agar aku dapat mencintai dan menyayanginya dengan segenap hati yang ikhlas.”

Pelan kudekati istriku. Lalu dengan bergetar, kurengkuh tubuhya dalam dekapku. Sementara, istriku menangis tergugu dalam wajah yang masih menyisakan segumpal ragu.

“Jangan memaksakan diri untuk ikhlas menerima saya, Bang. Sungguh… saya siap menerima keputusan apapun yang terburuk,” ucapnya lagi.

“Tidak…De’. Sungguh sejak awal niat Abang menikahimu karena Allah. Sudah teramat bulat niat itu. Hingga Abang tidak menghiraukan ketika seluruh keluarga memboikot untuk tak datang tadi pagi,” paparku sambil menggenggam erat tangannya.

Malam telah naik ke puncaknya pelan-pelan. Dalam lengangnya bait-bait do’a kubentangkan pada Nya.

“Robbi, tak dapat kupungkiri bahwa kecantikan wanita dapat mendatangkan cinta buat laki-laki. Namun telah kutepis memilih istri karena rupa yang cantik karena aku ingin mendapatkan cinta-Mu. Robbi saksikanlah malam ini akan kubuktikan bahwa

cinta sejatiku hanya akan kupasrahkan pada-Mu. Karena itu, pertemukanlah aku dengan-Mu dalam Jannah-Mu !”
Aku beringsut menuju pembaringan yang amat sederhana itu. Lalu kutatap raut wajah istriku denan segenap hati yang ikhlas. Ah, .. sekarang aku benar-benar mencintainya. Kenapa tidak? Bukankah ia wanita sholihah sejati. Ia senantiasa menegakkan malam- malamnya dengan munajat panjang pada-Nya.

Ia senantiasa menjaga hafalan Kitab-Nya. Dan senantiasa melaksanakan shoum sunnah Rasul Nya.

“…dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan- tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya pada Allah …”
(QS. al- Baqarah:165)

=========================================

Ya Allah sesungguhnya aku ini lemah , maka kuatkanlah aku dan aku ini hina maka muliakanlah aku dan aku fakir maka kayakanlah aku wahai Dzat Yang Maha Pengasih… Aamiin.

Khusnul Khotimah


Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuuuh....

Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah radhiyallahu’anha bahwa Rasulullah Salallahu’alaihi wassalam bersabda, “Ada tujuh golongan orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya…di antaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah.”

Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhr RA, ketika perang Uhud ia berkata, “Wah…angin surga, sungguh aku telah mecium bau surga yang berasal dari balik gunung Uhud.”

Seorang Doktor bercerita kepadaku, “Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal -semoga Allah merahmatinya-. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?

Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel? Atau apa?

Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka, ‘Jangan khawatir! Saya akan meninggal… tenanglah… sesungguhnya aku mencium bau surga.!’ Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan pada dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, ‘Wahai saudara-saudara, aku akan mati, jangan kalian menyusahkan diri sendiri… karena sekarang aku mencium bau surga.’
Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. ‘ Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta Subhanallahu wa Ta’ala.

Allahu Akbar… apa yang harus kukatakan dan apa yang harus aku komentari… semua kalimat tidak mampu terucap… dan pena telah kering di tangan… aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala,
‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.’ (Ibrahim: 27).

Tidak ada yang perlu dikomentari lagi.”
Ia melanjutkan kisahnya,
“Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya’ di tempat memandikan mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Maghrib pada hari yang sama.

Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah Salallahu’alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat.” Ini merupakan tanda-tanda Husnul Khatimah.

Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Padahal tubuh orang yang sudah meninggal itu dingin, kering dan kaku.

Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiaannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.

Subhanallah… sungguh indah kematian seperti ini. Kita bermohon semoga Allah menganugrahkan kita Husnul Khatimah.

Saudara-saudara tercinta… kisah belum selesai…
Saudara Dhiya’ bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabannya?

Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang ter-larang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan Husnul Khatimah yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-idamkannya; meninggal dengan mencium bau surga.

Ayahnya berkata, : ‘Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Ia gemar menghafal al-Qur’an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU’.”

Aku katakan, “Maha benar Allah yang berfirman, : ‘Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.’ (Fushshilat: 30-32).

Subhanallah... MAHA BENAR ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA, dengan segala firman-NYA...
Semoga qt termasuk didalamnya,,,,, Aamiin ya robbal allamin.