Ayah

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Ibu dan Difka

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Keluarga Sakinah,Mawadah,Warohmah

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Difka Audia Hasna

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Curug Simaja

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 25 Maret 2013

"Kesaksian Orang Mati Suri"

Begitulah judul kisah nyata kali ini, dia adalah : 


Ella Az-Zahra Aslina adalah warga pekan baru yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri.




Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan pembuka. Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan racun. 

Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun.

Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid) .Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya di Rumah Sakit di jakarta. Setelah itu, Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa dioperasi.. ”Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,’ ‘ jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. 

Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina kembali ke jakarta sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak jantungnya dan napasnya sesak. Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk ke ruang perawatan. ”Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut). Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir, ” ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan kesaksiaanya.

”Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,” begitu ia mengawali kesaksiaanya
setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang. ”Saya telah
merasakan mati,” ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu.

Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. ”Terasa malaikat mencabut (nyawa) dari kaki kanan saya,” tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah. ”Saat di ujung napas, saya berzikir,” ujarnya. ”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,” ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru. 

Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya
dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan
Assalammualaikum kepada ruh Aslina. ”Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot,
gemetar,” ujar Aslina mencerita pengalaman matinya.


Lalu malaikat itu bertanya: ‘’siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu.. “
Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. ”Tak ada teman
kecuali amal,” tambah Aslina yang Ahad malam itu berpakaian serba hijau. Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah. 

Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang tersebut. Kemudian Aslina melanjutkan. ”Bapak, Ibu, ingatlah mati,” sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan
beramal sebelum ajal menjemput. Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh
dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan
”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya,” tanyanya. Lalu muncullah satu sosok.
Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia
65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. 


Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: ”Wahai ayah, janji saya telah sampai.”
Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya berkata kepada Aslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihan
adik-adikmu. ” ruh Aslina pun menjawab. ”Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai”. Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada. ”Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,” ujarnya
bak seorang pendakwah.

Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya
kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh
Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. ”Siapa kamu?” lalu perempuan itu menjawab.”Akula h (amal) kamu.”


    Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi yang sangat berat,
tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada
amalnya. ”Siapa manusia ini?” Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.
     Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah shalat. 

     Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. 
     Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.
     Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata
pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang
menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. 

Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.

Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan
sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar.
Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya.


                                   Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir.

 
Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak
itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya
tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara
literlek berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat baik,red). 


Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan adzan seperti adzan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya.”Saya mau shalat.” Lalu dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina. ”Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,” ungkap Aslina. 

Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batang an emas di dalam tepak ”husnul
khatimah” itu mengeluarkan cahaya terang. 


Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina. ”Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.” 

Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang sangat luas
Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu berkata. ”Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah.” Manusia-manusia itu juga memohon.”Tolong
kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.”


Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya
ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal
shaleh serta tidak melanggar aturan Allah.
”Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah kepada kita semua, ” ujarnya.

Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin dikembalikan ke dunia dan ingin
beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan ”aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan
semuanya,” Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu’muninun (23) ayat 99-100:
     Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:”Ya, Tuhanku        kembalikanlah   aku (ke dunia).”(99) . 
    Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (100).

Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat 39: ”Dan
kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”


Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari kesaksiaan tersebut.

Selasa, 19 Februari 2013

Renungan Untuk Istri


Suatu hari, seorang isteri memberanikan diri untuk mengatakan keputusannya kepada sang suami, bahwa si isteri menginginkan perceraian.

"Mengapa?", tanya suaminya dengan terkejut.

"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan," jawabsi isteri.

Suamnya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan si isteri semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa si isteri harapkan darinya?

Dan akhirnya suaminya bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?"

si isteri menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,"Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya"

"Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yg ada di tebing gunung. Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."

Perasaansi isteri langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya,suaminya tidak ada di rumah, dan dia menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ......

(surat sang suami berawal)

"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan sang isteri.

namun si isteri terus melanjutkan untuk membacanya.

"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal."

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."

"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu."

"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu."

"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir.

"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."

Air matanya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi dia tetap berusaha untuk terus membacanya.

"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya.”

"Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."

"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia." si isteripun segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya dan kemudian memeluknya

kini si isteri tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai dirinya lebih dari sang suami mencintai si isteri.

Surat suami utk istri tercinta

Ibu sayang.... 
  
Ayah sayang banget sama Ibu..
Begitu besar pengorbanan Ibu..
Saat pagi hari Ayah belum bangun, Ibu udah sibuk di dapur siapin sarapan.....
Lalu beres-beres rumah terus mandiin anak
Siangan dikit belanja ke pasar kemudian masak lagi 

Stlh masak, Ibu menyiapkan semua perlengkapan ayah untuk berangkat kekantor.
 
Sore hari tidak lupa Ibu mandiin anak 

Saat ayah pulang kerja, mama ga prnh lp nyiapin minum dan makan buat ayah.....
Habis itu, menjelang malam membimbing anak-anak belajar 

Setelah nonton TV sebentar, masuk kamar masih ngelayanin ayah juga 

ibu sayang....
ayah jadi sedih...
ayah gak tega banget...
ayah paling gak bisa ngeliat ibu kecape'an kayak gitu. 

Ibu yg cantik....
Biar Ibu gak terlalu capek....
gimana kalo ayah tambah SATU "Ibu" lagi...???

.  
  ː̗̀:(ː̖́  
<</3>  ‎​​GƺƺƺrrrƦƦƦ>:O ☀ !!!
^

    >=)  º°˚˚°‧:HǙH‧::!!!
    <※-            ‧::Hajarrr‧::
 ☁/ \☁                     ‧:LǙǚü‧::

 PLAK ‎​‎​​ PLAK ‎​‎​​ PLAK ‎​​       Č î ã ã τ̅ τ̅ ...!!
   >:O/           
  <____, :'(>    
   _/       -(!
   ;;       <,<,

Selasa, 05 Februari 2013

HANCURNYA WTC DALAM AL-QUR'AN

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim 

Siapa sangka Kejadian 11 september 2001 ini terdapat dalam Al- Quran.

Ternyata Allah telah memberikan kabarnya 14 abad yang lalu tanpa diketahui oleh manusia. Ini adalah salah satu mukjizat Al-Qur’an yang telah membuktikan kejadian pada masa yang akan datang.


Tragedi WTC ada dalam Surah At-Taubah Ayat 109 : Terjemahan “Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya)­ itu yang baik, ataukah orang- orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh , lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang Zalim.”

Disitu disebutkan keruntuhan sebuah bangunan karena yang mendirikannya adalah orang -orang yang zalim. Pada Surah At-Taubah di atas telah disebutkan kata ditepi jurang yang runtuh yang dalam arabnya “JURUFIN HAR”. ulama tafsir dulu menterjemahakan­ kata ini sebagai “tepi jurang yang runtuh” ternyata 14 abad kemudian kata tersebut menjadi nama sebuah jalan dikota New York tempat berdirinya WTC, iaitu : Jalan JERF HAR. Subhanallah !!

Kita ingat kejadian Gedung WTC runtuh pada tanggal 11-9-2001 . Mari kita lihat beberapa kesamaan (yang mestinya bukan hanya kebetulan semata-mata ) :
  1. Tanggal 11 adalah tanggal terjadinya tragedi WTC , apakah suatu kebetulan bila surat At Taubah terletak   pada juz ke 11
  2. Bulan terjadinya tragedi itu adalah bulan September (bulan ke 9) , apakah secara kebetulan jika surat At Taubah berada pada urutan ke 9 dari Alquran. 
  3. Tahun terjadinya tragedi itu adalah tahun 2001 , apakah secara kebetulan pula bila jumlah huruf dalam surat At Taubah terdiri dari 2001 huruf. 
  4. Jumlah tingkat di gedung WTC ada 109 tingkat, sekali lagi apakah mungkin kebetulan – berulang sampai 4 kali – bila hal tersebut sudah tertulis dalam Surah At Taubah ayat 109 . SubhanAllah, Maha Suci Allah dan sungguh benar Muhammad adalah Rasul-Mu ! Sungguh benarlah firman-Mu : “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda ( kekuasaan) Kami di segenap penjuru langit dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahawa Al Qur’an itu adalah benar". (Al Qur’an, surah Al Fushshilat 53) Maha benar Allah dengan segala firman-Nya. Allahu Akbar !!

Senin, 04 Februari 2013

Surga menurut Al Qur'an dan Hadits

Berikut ini adalah diantara sifat-sifat surga yang di terangkan oleh Allah SWT melalui ayat-ayat suci Al-Qur'an
Allah SWT berfirman: Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya. Sesungguhnya di sisi Allah -lah pahala yang besar.(at-Taubah : 21-22) Sesungguh orang-orang yang bertakwa itu dalam taman-taman surga] dan (dekat) mata air (yang mengalir). 

Dikatakan kepada mereka, masuklah kedalamnya dengan sejahtera dan aman. Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka, mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan diatas dipan-dipan, mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya.(al-Hijr : 45-48) Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal sholeh, tentulah Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amal(nya) dengan baik. 
Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan surga 'Adn, sungai-sungai mengalir di bawahnya, dalam surga itu mereka diberi perhiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan tebal dan mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah, itulah pahala yang sebaik-baiknya dan tempat istirahat yang indah.(al-Kahfi : 30-31) Ini adalah kehormatan (bagi mereka) dan sesungguhnya bagi orang-orang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik (yaitu) surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka. Di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan meminum di dalamnya. Dan pada sisi mereka (ada bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Ini lah apa-apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. 

Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya.(Shad : 49-54) Sesungguhnya orang-orang bertakwa berada pada tempat yang aman (yaitu) dalam taman-taman dan mata air. Mereka memakai sutera yang dan tebal, (duduk) berhadap-hadapan. Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka bidadari. Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran), mereka tidak akan pernah merasakan mati didalamnya, kecuali mati di dunia, dan Allah memelihar mereka dari siksa neraka sebagai karunia dari Tuhanmu, yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar.(ad-Dukhan : 51-57) Segolongan besar dari orang-orang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang kemudian, mereka bertahtakan emas dan permata, seraya bertelekan diatasnya berhadap-hadapan, mereka dikelilingi oleh anak-anak muda dengan membawa teko (cerek), cangkir-cangkir berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pusing meminumnya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa-apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan didalamnya ada bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik, sebagai balasan bagi apa yang mereka kerjakan. 
Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka hanya mendengan ucapan salam. Dan golongan kanan. Alangkah bahagianya, golongan kanan itu berada diantara pohon-pohon bidara yang tidak berduri dan pisang-pisang yang bersusun-susun buahnya dan naungan yang terbentang luas dan air yang tercurah dan buah-buahan yang banyak yang tidak berhenti.
Dan sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan yang penuh cinta lagi sebaya umur mereka. Kami ciptakan mereka untuk golongan kanan. (al-Waqi'ah : 13-38) Adapun orang-orang yang diberikan kitab (buku catatan amal)nya dari sebelah kanan, maka dia berkata, Ambilah, bacalah kitabku ini. Sesungguhnya aku yakin bahwasanya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhoi dalam surga yang tinggi, buah-buahnya dekat (kepada mereka), lalu dikatakan kepada mereka, makan dan minumlah dengan sedap di sebabkan amal yang kalian kerjakan pada hari-hari yang telah berlalu (dunia).(al-Haqqoh : 19-28) Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu dan menjadikan muka mereka berseri-seri dan kegembiraan hati. 
Dan Dia memberi balasan kepada mereka, karena kesabaran mereka dengan surga dan pakaian sutera, di dalamnya mereka tidak merasakan terik matahari dan tidak pula dingin yang menyengat. Dan naungan (pohon-pohon) surga itu dekat diatas mereka dan buahnya dimudahkan untuk memetiknya dengan semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca, yaitu kaca-kaca yang yang terbuat dari perak yang telah mereka diukur dengan sebaik-baiknya. Dalam surga itu mereka di beri minum segelas minuman yang campurannya adalah jahe, sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil.(al-Insan:11-15) SURGA MENURUT HADIS Dapatkah kita bayangkan tempat tinggal penghuni surga yang dibangun Allah dengan tangan-Nya sendiri berbentuk istana yang bahan bangunannya adalah batu bata emas, dan perak sebening kaca, buah-buahannya lebih lembut dari keju, lebih manis dari madu, sungai-sungai mengalirkan susu, madu, arak yang tidak memabukan, air jernih yang tidak berubah rasanya, keelokan wajah penghuninya bagaikan bulan dimalam purnama, kecantikan bidadarinya tak terbayangkan kejelitaannya, mulusnya, putihnya, kemontokan payudaranya, dipingit didalam kemah, belum pernah tersentuh oleh jin dan manusia, yang selalu tersenyum dan mengucapkan kalimat yang menyenangkan suami mereka, kendaraanya adalah unta dan kuda bersayap yang terbuat dari mutiara, begitu pula tanah dan debunya, makanan dan minumannya adalah hidangan istimewa yang tak terbayangkan kelezatannya, kasur dan permadaninya adalah kasur tebal dan sutra halus, gelas dan piringnya terbuat dari emas dan perak….ah sungguh sebuah janji yang tak pernah diingkari oleh Yang Maha Rahman. Apalagi jika Allah menyingkap tirai-Nya…. Subhanallah dan terlihat wajah-Nya Yang Mulia sebagai nikmat teramat agung bagi hamba-hamba-Nya. Nama nama surga Surga memiliki nama-nama yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah . Diantaranya: Jannatul Firdaus, yang merupakan tertinggi derajatnya, Ia terletak di bawah Arsy Ar-Rahman. Kemudian Jannatun Na’im (yang penuh kenikamatan), Jannatu Adn, Daarus Salam (negeri yang penuh keselamatan). Jannatul Ma’wa dan Darul Khuldi. Bangunan Surga Bangunannya terbuat dari batu bata emas dan perak adukannya beraroma kesturi yang sangat harum, kerikilnya terbuat dari mutiara lu’lu dan yaquth dan tanahnya terbuat dari za’farn seperti tepung putih yang beraroma kesturi. Diantara bentuk bangunannya adalah kubah-kubah indah yang terbuat dari muatiara, Rasulullah menjanjikan barangsiapa yang shalat sunnah 12 rakaat sehari semalam maka Allah akan membangunkan sebuah rumah untuknya di surga. Pintu-pintunya Di dalam surga terdapat delapan pintu diantaranya adalah pintu Ar-Rayyan yang diperuntukan bagi orang yang shaum (puasa). Seorang wanita yang rajin shalat 5 waktu dan shaum, lalu meninggal sedang suaminya ridha maka ia akan dipersilakan untuk masuk surga dari pintu manapun yang ia sukai. Pintu-pintu surga akan senantiasa terbuka orang yang shalat akan masuk pintu shalat, yang berjihad akan dipanggil dari pintu jihad, dan yang bersadaqah akan masuk dari pintu shadaqah (HR. Bukahri Muslim) . Luas dan lebar pintu surga seperti jarak pengendara tercepat selama tiga hari, jarak antara satu pintu dengan pintu lainnya seperti Makkah dan Bushra (Mutafaqun Alaih) Derajat Surga Rasulullah S.A.W bersabda,”Sesungguhnya disurga terdapat 100 tingkatan yang disediakan Allah bagi yang berjihad di jalan-Nya. Jarak antara satu tingkat dengan tingkatan yang lainnya seperti jarak antara langit dan bumi. Maka jika kalian minta kepada Allah mintalah Surga Firdaus ” (HR. Bukahri). Tempat tertinggi di surga adalah Al-Wasilah yang terletak di surga tertinggi. Ia dihuni oleh seseorang yaitu Rasulullah S.A.W. Pohon Taman dan Naungan Surga Di dalamnya terdapat pohon yang apabila seorang pengembara itu berjalan di bawah naungannya selama 100 tahun ia belum keluar dari naungannya, pohon-pohonnya kekal dan buahnya dekat lagi rendah menjuntai, sehingga mudah diambil. Seluruh pohon disurga batanya terbuat dari emas (Shahihul Jami’) Ibnu Abas berkata, “Diantara penghuni surga ada yang rindu kangen dengan hiburan dunia, lalu Allah menutus angin dan menggerak gerakan pohon tersebut, kemudian pohon tersebut memberikan semua hiburan yang pernah ada didunia. Sungai Sungai di surga Sungai-sungai di surga adalah sesuatu yang pasti, ia terus mengalir dan tidak pernah berhenti, terletak di bawah ghurat (mahligai) istana-istana dan taman-taman penghuni surga. Sungai-sungai tersebut berupa sungai madu, sungai khamer yang tidak memabukkan, sungai susu dan sungai air jernih yang tidak pernah berubah rasanaya. Sungai-sungai surga memancar dari bagian atas surga, kemudian mengalir turun ke bawah menuju ke semua tingkatan surga sebagai tersebut dalam hadist shahih “.. Sesungguhnya Firdaus itulah tempat terbaik dan tertinggi derajatnya. Di atas Firdaus terdapat Arsy Allah dan dari situ mengalir sungai-sungai surga ” (HR. Bukhari). Mata air surga ada yang bernama Salsabil yang akan diberikan kepada orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah (Muqorrobin) sedang para abror (orang-orang yang berbuat baik) maka Allah memberi mereka air yang diberi campuran kafur (air dingin yang aromanya wangi ) dan zanzabil/jahe ( air hangat yang juga beraroma segar) ( Al Insan: 5 dan 17) Mahligai dan Istana Surga Mahligai dan istana surga terbuat dari emas dan mutiara terbaik yang disediakan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Raulullah S.A.W bersabda “Sesungguhnya orang yang beriman disediakan di surga, istana dari satu mutiara yang berongga. Panjangnya adalah 60 mil. Di dalamnya terdapat pelayan-pelayan”. Buah-buahan dan tanaman di surga Buah-buahan di surga banyak yang serupa dengan buah-buahan di dunia, dilihat dari bentuknya dan namanya, bedanya bahwa di surga buah tersebut tidak layu, busuk, tua atau mengecil dan berkurang sebagaimana buah di dunia. Diantara nama buah yang disebut didalam Al-Qur’anul Karim adalah delima dan anggur (Ar-Rahman: 68) Ibnu Abbas berkata “Apabila penghuni surga tertarik untuk memetik buah buah surga, maka buah buahan tersebut mendekat kepdanya hingga ia dapat mengambil mana yang ia sukai” Ia juga berkata “Buah-buahan di surga seperti anggur ia lebih lembut dari tepung dan di dalamnya tidak ada biji. Adapun tanaman surga, setelah benihnya disebar, maka tumbuh dalam sekejap dan siap panen saat itu juga (HR. Bukhari). Makanan dan Minuman di Surga Penduduk surga akan dihidangkan makanan dan minuman lezat yang sangat mengundang selera, apapun yang mereka inginkan pasti mereka dapatkan . Rasulullah S.A.W bersabda “Penghuni surga akan makan dan minum enak enak. Mereka tidak mengeluarkan ingus dari hidungnya, tidak buang air besar dan tidak buang air kecil. Makanan mereka berubah menjadi sendawa yang beraroma kesturi” (HR. Muslim). Hidangan bagi mereka yang pertama kali adalah daging hati ikan paus, kemudian disembelihkan baginya sapi yang makanan sehari harinya adalah rumput surga” (HR. Muslim). Adapun tempat makan dan minum mereka berupa gelas dan piring yang terbuat dari emas dan perak. Allah berfirman “Dan diedarkan kepada mereka bejana bejana dari perak dan piala piala bening laksana kaca. Yaitu kaca kaca yang terbuat dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik baiknya” (Al-Insan: 15-16) Seruan di Surga Di surga akan ada seorang penyeru yang berkata “Sesungguhnya sekarang tibalah saatnya kalian sehat wal’afiat dan tidak menderita sakit selama-lamanya . Sekarang tibalah saatnya kalian hidup dan tidak mati selama lamanya. Sekarang tibalah saat kalian tetap muda dan tidak tua selama lamanya. Sekarang tibalah saatnya bagi kalian bersenang-senang dan tidak sengsara selam lamanya (HR. Muslim) Dalam hadist lain disebutkan “Penghuni surga akan masuk surga dan penghuni neraka akan masuk neraka, kemudian penyeru akan berdiri dianatara mereka dan berkata “Wahai penghuni surga sekarang tidak ada kematian Wahai penghuni neraka sekarang tidak ada lagi kematian. Semuanya kekal abadi di tempatnya masing-masing ” (HR. Bukahri dan Muslim) Keadaan Para Penghuni Surga Para Penghuni surga, mulus, tampan, dan bercelak, mereka akan senatiasa muda dan pakaiannya tidak pernah lusuh. Golongan pertama yang masuk surga kelihatan seperti bulan purnama. Mereka tidak pernah buang air kecil dan buang air besar. Mereka tidak beringus dan meludah. Sisir mereka terbuat dari emas da bejana mereka terbuat dari misk . Dan perasapannya terbuat dari kemenyan. Para penghuni surga adalah kebanyakan orang miskin dan lemah. Rasulullah adalah orang yang pertama sekali mengetuk pintu surga (HR. Muslim). Di antara penghuni surga adalah sebagaimana sabda Nabi Muhammad S.A.W “Maukah aku tunjukan tentang penghuni surga ? Ia adalah orang yang lemah dan merendah diri (tawadhu), jika ia bersumpah atas nama Allah pasti Allah memperkenankan sumpahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Yang terbanyak dari penghuni surga adalah umat Nabi Muhammad S.A.W . Rasulullah menyebutkan bahwa penghuni surga berjumlah 120 shaf (barisan) dan umat Nabi Muhammad berjumlah 80 shaf dari 120 shaf tadi (2/3 penduduk surga). Yang Pertama kali Masuk surga Yang pertama kali masuk surga adalah Rasulullah S.A.W dan Abu Bakar Ash Shidiq. Kelompok pertama yang akan masuk surga tanpa hisab berjumlah 70.000 orang. Mereka saling bergandengan tangan hingga masuk surga semuanya. Wajah mereka seperti rembulan saat purnama (HR. Bukahri dan Muslim). Dalam riwayat lain disebutkan bahwa mereka adalah orang yang tidak mengruqyah, tidak melakukan tathayyur dan hanya bertawakkal kepada Rabb mereka. Rasulullah S.A.W bersabda “Adapun 3 orang yang pertama kali masuk surga adalah syahid, seorang hamba yang tidak disibukkan oleh dunia dan taat kepada Rabbnya dan orang fakir yang memiliki tanggungan namun ia menjaga diri dari meminta minta (HR. Ahmad). Orang yang miskin akan masuk surga terlebih dahulu dari orang-orang kaya karena mereka tidak memiliki sesuatu untuk dihisab. Selisih waktu antara keduanya adalah 40 tahun. (HR. Muslim). Ibnu Qoyyim menyimpulkan bahwa tidak semua penduduk surga yang pertama kali masuk akan lebih tinggi kedudukannya dari yang terakhir boleh jadi yang terakhir kali mendapatkan derajat yang lebih agung, semisal orang kaya yang pandai bersyukur dan bertaqorrub kepada-Nya dengan berbagai kebajikan dan shadaqoh. Ia lebih tinggi dari orang fakir karena sang fakir tidak mampu berbuat sebagaimana yang diperbuat oleh orang kaya (Hadiul Arwah, Ibnu Qoyyim) Angin & Bau Surga Bau aroma surga bisa dicium dari jarak 100 tahun Ibnu Qoyyim berkata ‘Aroma surga iitu ada 2 macam, pertama aroma yang bisa ditemui di surga yang bisa dicium oleh arwah dan tiak bisa dicium oleh orang-orang lainnya. Kedua aroma yang bisa diketahui dengan panca indera seperti halnya aroma bunga dan lain sebaginya. Aroma jenis kedua bisa dijangkau seluruh penghuni surga di akhirat kelak, baik dari tempat jauh atau tempat yang dekat. Adapun aroma surga di dunia, maka ia bisa dicium oleh orang-orang yang dikehendaki Allah, seperti para nabi dan Rasul. Aroma yang dicium Anas bin Nadr saat berjihad sebelum ia syahid bisa dikatagorikan pada aroma jenis ini. Wallahu ‘alam. Bidadari Surga dan Pesona Kecantikannya Bidadari surga adalah mahluk berkelamin wanita yang diciptakan Allah untuk penghuni surga. Al-Qur’an dan Sunnah menggambarkan tentang keindahan dan kesemppurnaan penciptaan mereka. Digambarkan bahwa mereka adalah bidadari yang cantik, jelita, putih bersih dipingit di dalam kemah senantiasa menundukan pandangan, Allah menyebut mereka dengan khoirotun Hisan (bidadadriyang baik dan cantik), mereka perawan, penuh cinta dan sebaya, payudara mereka montok dan kulitnya mulus. Dalam hadist Bukhori disebutkan kalau sekiranya salah seorang bidadari surga datang ke dunia, pasti ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga lebih baik dari pada dunia dan isinya. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa bidadari surga teresbut diciptakan dari za’faron surga. Maka Ibnu Qoyyim berkomentar “Jika penciptaan manusia yang tergolong mahluk yang paling sempurna diciptakan dari bahan baku berupa tanah, kemudian berubah menjadi sosok yang paling bagus. Maka bagaimana sisik yang diciptakan dari za’faron yang ada di surga ? Pemandanagan Lain di Surga A. Para Penghuni surga akan dihiasi dengan gelang emas dan mereka memaki pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, mereka duduk sambil bersandar diatas dipan-dipan yang indah (Al Kahfi: 30-31). Kasur suga adalah kasur tebal lagi empuk. Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra (Ar-Rahman:54, 76 dan Al-Ghasyiyah: 13-16) B. Kemah, ranjang dan sofa surga : Rasululullah S.A.W bersabda ” Seusungguhnya bagi setiap mukmin di surga disiapkan kemah dari suatu mutiara lu’lu yang berongga. Tingginya 60 mil. Di dalamnya terdapat keluarganya dan orang beriman berjalan mengelilingi mereka. Sebagian mereka tidak bisa melihat sebagian yang lain (HR Bukhari dan Muslim). Allah Ta’ala berfirman: Mereka bertelekan di atas diapan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari cantik bermata jeli (Ath-Thur: 20). C. Pelayan di surga . Yang senantiasa sibuk melayani penghuni surga adalah wildanun mukholladun . Mereka adalah anak orang-orang muslim yang meninggal sewaktu kecil,. Allah Ta’ala berfirman: Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir (Al-Waqi’ah: 17-18) D. Kendaraan mereka adalah unta dan kuda yang bersayap yang terbuat dari mutiara yaquth. Hubungan Intim di Surga Dalam menafsirkan firman Allah yang berbunyi “Sesungguhnya penduduk surga itu bersenang-senang dalam kesibukan” (Yaasin: 55). Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Al Auza’i dan Muqotil berkata, “Kesibukan mereka adalah memecah keperawanan istri-istrinya” Rasulullah. S.A.W bersabda tentang hubungan jimak para penghuni surga “Di surga seorang mukmin diberi kekuatan sekian banyak menggauli wanita” (HR. Tirmidzi, shahih). Abu Umamah berkata, Rasulullah S.A.W pernah ditanya “Apakah penduduk surga melakukan hubungan suami istri ?”. Beliau S.A.W menjawab “penis yang tidak pernah lemas, syahwat yang tidak pernah padam, dan jimak demi jimak”. Sai’d bin Jubair berkata “Sesungguhnya nafsu syahwat (pednduduk surga) mengalir dalam tubuhnya selama 70 tahun. Selama waktu itu ia merasakan kenikmatan yang tiada taranya dan tidak terkena kewajiban mandi jinabat . Mereka tidak merasakan loyo atau kekuatannya menurun. Justru hubungan seksual mereka mencapai keniknatan dan kepuasan. Wallahu a’lam. Pasar Surga Rasulullah S.A.W bersabda “Sesungguhnya di surga terdapat pasar yang didatangi penghuni surga setiap hari Jum’at. Angin utara berhembus menerpa wajah dan pakaian mereka hingga membuat mereka semakin tampan dan menarik. 
Dalam keadaan seperti itu mereka pulang menemui istrinya masing-masing. Istri-istri mereka berkata “Demi Allah, Anda semakin tampan dan ganteng saja”. Mereka menjawab ” kalian juga semakin cantik dan ayu”. Yang Terakhir kali Masuk Surga Hamba yang terakhir kali masuk surga adalah orang yang melintasi titian, terkadang jalan dan terkdang memrangkak dan terkadang dilalap api hingga hangus. 

Allah memerintahkannya untuk masuk surga, namun ia melihat seakan surga telah penuh sesak. Allah berkata kepadanya bahwa ia akan diberi kenikmatan sepuluh kali dunia dan isinya hingga ia merasa dipermainkan Allah. Namun Allah berfirman: Itulah derajat penghuni surga yang paling rendah kelasnya (sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim). Ayat – Ayat Tentang Surga [Al Qoshosh (28) :83] Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. [Ar Ra'd (13) :35] 

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. [Al Hajj (22) :23] Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. 
Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera. [35:34] Dan mereka berkata:” Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. 
Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. [Ash Shaffat (37) : 43] Di dalam surga – surga yang penuh nikmat, di atas tahta-tahta kebesaran berhadap-hadapan. diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir [Al Zukhruf (43) : 71] 
Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.

Rabu, 30 Januari 2013

KETIKA KUASA ALLAH SWT MEMBELAI KITA

Bismillahir-Rah maanir-Rahim ...

Namanya Laila Al-Hilwah, Seorang wanita Maroko yang ditimpa penyakit kanker ganas, dia ingin membagi kisah spiritualnya kepada kita. Sejak 9 tahun yang lalu, aku terkena sebuah penyakit yang sangat berbahaya "Penyakit kanker".

Semua orang mengetahui bahwa nama ini sungguh sangat menakutkan. Di sana, di Maroko, kami menyebut penyakit ini sebagai “penyakit yang keji”. Penyakit itu mengenai payudara kananku.
Namun saat itu imanku kepada Allah begitu lemahnya. Aku lalai dari Allah Ta’ala. Dahulu aku mengira bahwa keindahan seorang wanita akan terus bertahan sepanjang hidupnya, dan bahwa masa muda dan kesehatannya juga demikian. Aku tidak pernah menyangka sama sekali bahwa aku akan ditimpa penyakit berbahaya seperti kanker.
Maka ketika penyakit ini menimpaku, ia sungguh membuatku sangat terguncang. Aku berpikir untuk lari. Tapi ke mana? Penyakitku akan selalu bersamaku di manapun aku berada. Aku berpikir akan bunuh diri namun aku sangat mencintai suami dan anak-anakku. Aku tidak pernah berpikir bahwa Allah akan menyiksaku jika aku melakukan bunuh diri.Karena aku memang lalai dari Allah, seperti yang telah kujelaskan.
Rupanya Allah ingin memberiku petunjuk melalui sakit ini lalu kemudian memberikan hidayah kepada banyak orang melaluiku. Ketika aku terkena penyakit ini, aku segera berangkat menuju Belgia. Aku mengunjungi sejumlah dokter di sana, dan mereka semua mengatakan kepada suamiku bahwa payudaraku harus dihilangkan.
Setelah itu, aku harus menggunakan obat-obat keras (kemoterapi) yang dapat merontokkan rambut dan semua bulu yang ada padaku. Begitu pula dengan gigi dan kuku tanganku. aku menolak mentah-mentah tawaran tersebut, seraya berkata: “Aku lebih memilih mati utuh dengan kedua payudara dan rambutku serta semua yang diciptakan Allah untukku, tanpa ada yang dikurangi!” Aku meminta kepada para dokter untuk menuliskan resep terapi yang ringan saja untukku. Dan mereka melakukannya. Aku pun pulang kembali ke Maroko.
Aku mulai mengkonsumsi obat yang diberikan, dan ternyata tidak berdampak apapun terhadapku. Aku sungguh gembira dengan hal itu, dan aku katakan kepada diriku: “Boleh jadi para dokter itu telah salah mendiagnosaku.
Mungkin saja sebenarnya aku sama sekali tidak terkena penyakit kanker.” Namun kurang lebih 6 bulan kemudian, aku mulai merasa berat badanku semakin berkurang. Warna kulitku banyak berubah dan aku merasakan sakit yang selalu menyertaiku. Maka dokterku di Maroko pun menyarankanku untuk pergi ke Belgia. Aku pun berangkat ke sana.
Dan di sana, terjadilah musibah itu
Para dokter menyampaikan kepada suamiku bahwa penyakitku telah menjalar ke mana-mana dan telah mengenai kedua paru-paru. Dan bahwa dalam kondisi seperti itu mereka tidak bisa mengobatinya lagi. Mereka juga mengatakan kepada suamiku: “Sebaiknya engkau membawa istrimu pulang ke kampung halamannya, agar ia dapat meninggal dengan tenang di sana” Suamiku sangat terkejut dengan apa yang ia dengarkan. Alih-alih pulang ke Maroko, kami justru merencanakan untuk pergi ke Perancis di mana kami berpikir bahwa kami akan mendapatkan pengobatan di sana. Namun ternyata kami belum berhasil menemukan satu jalan pun ke sana.
Akhirnya kami pun berusaha menghubungi seseorang di sana agar aku dapat masuk rumah sakit; untuk mengamputasi kedua payudaraku dan menjalani pengobatan yang ketat. Namun suamiku tiba-tiba saja teringat satu hal yang selama ini kami lupakan, kami lalaikan di sepanjang hayat kami. Allah telah memberinya ilham agar kami berziarah ke Baitullah al-Haram, supaya kami dapat berdiri di hadapanNya Azza wa Jalla dan memohon agar menyingkapkan beban musibah yang menimpa kami ini.
Dan itulah yang kami lakukan.
Kami keluar meninggalkan Belgia sambil bertahlil dan bertakbir. Aku sungguh-sungguh bergembira karena untuk pertama kalinya aku akan memasuki Baitullah al-Haram dan menyaksikan langsung Ka’bah yang mulia. Aku membeli sebuah mushaf di Kota Paris, lalu kami pun berangkat menuju Mekkah aI-Mukarramah. Kami pun akhirnya tiba di Baitullah al-Haram.
Ketika kami masuk dan menyaksikan langsung Ka’bah, aku menangis tcrsedu-sedu. Aku menyesali betapa banyaknya kewajiban, shalat, kekhusyu’an dan ketundukan pada Allah yang terluput dariku. Di depan Ka’bah aku menangis, meratap, lalu menengadahkan doa dengan penuh pengaharapan: “ Ya Allah….Ya Tuhanku, telah begitu lama aku melupakanMU ya Allah…., ini aku datang dengan membawa sepenuh dosa-dosaku, tak ada yang mampu mengampuni segala kelalaianku padaMU kecuali Engkau.
Ya Allah…semua dokter tidak mampu lagi mengobatiku, harapanku satu-satu hanyalah Engkau, dariMu-lah semua penyakit dan dariMu pula segala macam obat.
Semua pintu telah tertutup di hadapanku, dan kini aku tidak lagi punya sipapun selain pintuMu. Maka janganlah Engkau menutup pintu itu untukku.” Seperti yang aku ceritakan, dahulu adalah aku orang yang lalai dari Allah dan telah jauh meninggalkan Agama. di kota Makkah, aku berkeliling menemui para Ulama dan syeikh yang ada untuk menanyakan dan meminta nasehat tentang buku-buku dan doa-doa yang mudah dan sederhana agar aku dapat rnengambil manfaatnya.

Mereka pun menasehatiku untuk banyak-banyak membaca Kitabullah Al-Qur’an dan rutin meminum air Zam-zam hingga terasa kenyang. 
Mereka juga menasehatiku untuk banyak berdzikir kepada Allah dan bershalawat untuk Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam. 

Aku merasakan ketenangan jiwa dan kelapangan dada di Rumah Allah itu. Aku meminta kepada suamiku untuk mengizinkanku tetap tinggal di Masjidil Haram dan tidak kembali dulu ke hotel. Dan ia mengizinkanku. Di Masjidil Haram, aku duduk bersampingan dengan beberapa akhawat dari Mesir dan Turki. Mereka melihatku begitu banyak menangis.
Mereka pun bertanya mengapa aku menangis, maka aku pun menjawab: “Aku menangis karena aku akhirnya tiba di Baitullah. Aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan mencintainya seperti ini. Dan yang kedua adalah karena aku terkena penyakit kanker.”
Mereka pun mendampingiku dan tidak meninggalkanku.
Aku mengatakan kepada mereka bahwa aku akan beri’tikaf (berdiam) di Baitullah ini. Maka mereka pun meminta izin kepada suami-suami mereka untuk ikut tinggal bersamaku di sana. Dalam i’tikaf itu, kami sama sekali tidak pernah tidur. Makan pun tidak terlalu banyak. Tapi kami banyak sekali meminum air Zam-zam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri mengatakan: Air Zam-zam itu bergantung pada ( harapan) ketika ìá diminum. Jika engkau meminumnya untuk kesembuhanmu, maka Allah akan menyembuhkanmu. Jika engkau meminumnya agar engkau tidak haus, maka Allah akan menghilangkan rasa haus itu. Jika engkau meminumnya untuk memohon perlindunganNya , maka ia akan melindungimu. Dan Allah pun menghapuskan rasa lapar kami. Kami melakukan thawaf tanpa henti; di mana setiap kami selesai mengerjakan shalat dua rakaat, kami kembali melakukan thawaf. Kami juga banyak meminum air Zam-zam dan banyak membaca al-Qur’an.
Demikianlah yang kami lakukan siang dan malam. Kami hanya tidur sedikit. Saat aku tiba di Baitullah, tubuhku kurus sekali. Separuh bagian atas tubuhku telah mengalami begitu banyak rasa sakit dan lebam; satu hal yang memastikan bahwa kanker itu telah menyerang ke seluruh bagian tubuhku sebelah atas. Sahabat-sahabat ku tadi menyarankanku untuk membasuh separuh bagian tubuhku itu dengan air Zam-zam. Tapi aku takut sekali menyentuh bagian yang sakit dan bengkak itu.
Pada hari kelima, sahabat-sahabat ku itu kemudian terus mendesakku untuk mengusap tubuhku dengan sedikit air Zam-zam.
Pada mulanya aku menolak.
    Namun aku merasakan ada sebuah kekuatan yang mendorongku untuk mengambil sedikit air Zam-zam dan mengusapkannya ke tubuhku. Aku takut sekali pada mulanya.
    Kemudian aku merasakan dorongan itu lagi untuk kedua kalinya. Aku ragu.
    Namun untuk kali ketiga, tanpa aku sadari, tanganku mengambil air itu lalu mengusapnya ke tubuh dan kedua payudaraku yang telah dipenuhi dengan darah dan nanah. Dan terjadilah apa yang tidak pernah terduga sama sekali. Semua pembengkakan itu hilang dan aku tak menemukan apapun di tubuhku. Tidak ada lagi rasa sakit, darah ataupun nanah. Aku benar-benar terkejut pada mulanya. Aku memasukkan tanganku ke dalam pakaianku untuk mencari apa yang selama ini ada di tubuhku, dan aku tidak menemukan benjolan-benjol an itu lagi.
 
Aku bergetar. 

Tapi aku ingat bahwasanya Allah Maha kuasa atas segala sesuatu.

Maka aku pun meminta kepada salah seorang sahabatku untuk mengusap tubuhku dan mencari benjolan-benjolan itu, lalu tiba-tiba tanpa sadar ia berteriak: Allahu akbar, Allahu akbar. Aku pun segera mengabarkan suamiku dan masuk ke hotel. Ketika aku berdiri di hadapannya, aku merobek semua pakaianku dan mengatakan: Lihatlah rahmat Allah!” Aku pun segera menceritakannya apa yang telah terjadi. Namun ia tidak segera mempercayainya. Ia mulai menangis dan berteriak: “Apakah engkau tidak tahu bahwa para dokter telah memvonismu akan mati tiga minggu lagi?” “Sesungguhnya ajal itu di tangan Allah Ta’ala, dan tidak ada yang mengetahui hal yang gaib selain Allah.” Kami pun tinggal di Baitullah selama seminggu penuh.

Aku sungguh bersyukur dan memuji Allah atas berbagai nikmatNya yang tak terhingga. Kami kemudian mengunjungi Masjid Nabawi di Kota Madinah, lalu kami kembali ke Belgia.
Di sana para dokter sangat terkejut dengan apa yang aku alami. Mereka benar-benar takjub dan nyaris gila dibuatnya. Merëka terus menanyaiku: “Apakah Anda benar ibu Laila Al-Hilwah yang terkena kanker ganas itu?” Maka aku menjawabnya dengan bangga: “Betul sekali, dan ini suami yang mengantarku. Dan aku telah kembali kepada Tuhanku. Aku tidak pernah takut kepada apapun selain kepada Allah Ta’ala. Semua ketetapan adalah ketetapannya dan semua urusan adalah urusanNya.”
Mereka pun mengatakan: “Kondisi Anda adalah kondisi yang sangat aneh. Semua benjolan telah hilang sama sekali. Kita harus melakukan pemeriksaan ulang kembali.”
Mereka pun kembali melakukan pemeriksaan ulang untuk kedua kalinya. Tapi mereka tetap tidak menemukan apapun. Sebelumnya aku sangat kesulitan untuk bernafas disebabkan oleh benjolan-benjol an itu.
Namun ketika aku tiba di Baitullah dan memohon kesembuhan dari Allah, semuanya itu kemudian hilang. Setelah hari itu, aku terus menyelami sejarah kehidupan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan para Sahabatnya.
 Dan aku semakin sering menangis.
Aku menangis penuh penyesalan atas semua yang telah berlalu. Atas semua hari yang aku habiskan jauh dari Allah Azza wa Jalla. Aku berdoa semoga Allah berkenan menerimaku, menerima taubatku, taubat suamiku dan seluruh kaum muslimin.  
 
Sahabat, jangan pernah berputus asa terhadap kasih sayang Allah SWT, seburuk apapun kondisi kita saat ini, ketahuilah bahwa Allah selalu rindu kita kembali kepadaNYA dengan tunduk dan patuh atas segala AturanNYA.

SURAT CINTA UNTUK RASULULLAH

Ya Nabi Salam Alaika Ya Rasul Salam Alaika Ya Habib Salam Alaika Solawatullah Alaika Ya Rasulullah...betapa aku telah menyembunyikan rasa cintaku kepadamu. Namun sekarang cintaku kepadamu tidak tersembunyi lagi. Apabila kerinduanku kepadamu telah menguasai diriku, maka hatiku langsung berdetak mengingatmu. Duhaiku... Terfikir dalam benakku, alangkah indahnya jikalau aku hidup bersamamu. Betapa lezatnya perasaan rinduku kepadamu. Dan betapa manisnya kelembutan kasih sayangmu kepada umatmu yang tercinta. Engkau memiliki kedua belah mata yang selalu mengalirkan air mata di kala malam ataupun siang. semata-mata hanya mengharapkan agar umatmu tidak ada satupun yang tersentuh oleh panasnya api neraka Ooh...Rasululllah.... Aku bersumpah demi Zat Yang menggenggam jiwamu bahwa engkaulah teladan kami hanya kepadamulah kami memohon syafaat. Orang-orang menjauhi diriku karena sunnahmu telah terlihat dari penampilanku Tiada kata-kata yang berdaya selain dari kalam-kalam ilahi sejauh mana tinggi keluhuranmu ditulis oleh hamba yang dhaif ini maka tidak akan cukup.